Rencana Perpindahan Pedagang Pasar Pagi dari Stadion Brantas Kota Batu Belum Didengar Paguyuban

oleh -386 Dilihat
Pasar Pagi di area dalam Stadion Brantas

KabarBaik.co – Rencana perpindahan pedagang Pasar Pagi Pagi yang saat ini direlokasi di dalam Stadion Brantas, Kota Batu ke Pasar Induk Among Tani oleh Pemkot Batu, ternyata masih belum didengar oleh pihak paguyuban pedagang.

Sedangkan, perpindahan sebanyak 1.057 pedagang yang notabene sudah terverifikasi tersebut direncanakan pada 6 Mei 2024.

Saat dihubungi, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Kota Batu, Rubianto, mengakui informasi yang ada tersebut masih belum didapatkan dari pihak dinas.

“Belum tahu adanya pemindahan PKL Pasar Pagi karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan secara resmi ke paguyuban. Terakhir pertemuan terbaru antara paguyuban dengan dinas dilakukan sebelum Lebaran. Jadi kami belum menerima informasi tersebut,” ujar Rubianto, lewat jaringan selulernya, Rabu (24/4).

Meski begitu, tambahnya, paguyuban akan sangat senang ketika PKL Pasar Pagi bisa kembali pindah ke Pasar Induk Among Tani Batu. Bahkan pedagang akan mengikuti semua keputusan pemerintah atau dinas.

“Kalau saya sebagai wakil paguyuban intinya siap dan mengikuti apa yang jadi keputusan dari pemerintah atau dinas. Tapi secara rinci belum bisa kasih info lebih karena kami memang belum dapat informasi dari dinas terkait perpindahan,” tandasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu bahwa Kepala Diskumperindag Aris Setiawan mengatakan, dalam durasi waktu perpindahan pedagang direncanakan 6 Mei 2024.

Dan saat ini, menunggu proses produksi meja jualan untuk diseragamkan. “Diproduksi bersama supaya seragam untuk pedagang pasar pagi nanti,” tegasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.