KabarBaik.co – Sebuah ambulans viral terhambat saat melintasi kawasan Car Free Day (CFD) di sekitar RSUD Jombang. Dishub Jombang merespons kejadian itu dengan menggelar simulasi.
Kadishub Jombang Budi Winarno mengatakan pihaknya akan menggelar simulasi lalu lintas khusus pada hari Minggu sebagai langkah awal evaluasi.
Simulasi tersebut bertujuan untuk memastikan jalur darurat tetap terbuka selama pelaksanaan CFD. Dishub juga akan menata ulang arus lalu lintas serta penempatan pedagang kaki lima.
“Minggu nanti kami akan lakukan simulasi di kawasan CFD. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana arus pergerakan kendaraan, termasuk bagaimana respons petugas saat ada ambulans yang masuk,” kata Budi, Jumat (4/7/2025).
Tak hanya simulasi, Dishub Jombang juga berencana menggelar rapat koordinasi lintas instansi. Rapat ini akan melibatkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), Satpol PP, komunitas Jombang Kuliner (Jokul), serta Serikat Pedagang Kaki Lima (Spekal).
“Kami ingin ada kesepahaman bersama. CFD itu bagus untuk masyarakat dan UMKM, tapi keselamatan dan akses darurat tidak boleh dikorbankan. Itu prioritas,” tegas Budi.
Dalam simulasi CFD nanti, Dishub bersama Disdagrin juga akan memberikan imbauan langsung kepada para pedagang agar tidak menempatkan lapak di tengah jalan.
Pedagang akan diarahkan untuk menggunakan sisi barat jalan guna memastikan jalur utama tetap bisa dilalui kendaraan darurat.
Untuk mendukung kelancaran akses ambulans, Dishub juga akan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, seperti perempatan Kebon Rojo dan Ringin Contong.
“Personel Dishub akan siaga untuk memastikan jika ada ambulans melintas, jalan bisa segera dibuka,” tambah Budi.
Langkah evaluasi ini dilakukan usai adanya keluhan dari warga bernama Z yang menyebut ambulans yang membawa suaminya dalam kondisi kritis sempat terhambat saat hendak masuk ke RSUD Jombang akibat padatnya kegiatan CFD. Kasus ini langsung menjadi sorotan publik dan mendapat perhatian dari Pemkab Jombang.
“Kami turut berduka atas kejadian tersebut. Dan kami akan pastikan ini jadi pembelajaran penting bagi semua pihak, agar tidak terulang lagi. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan,” tutup Budi. (*)









