KabarBaik.co – Nasib pedagang makanan dan minuman (mamin) di rest area Bang Kodir yang berada di Kelurahan Pagar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, kian tahun semakin memperhatikan. Pengunjung yang semakin hari semakin sepi membuat para pedagang gulung tikar. Mereka meninggal tempat usaha yang bertahun-tahun dijalankan untuk meningkatkan perekonomian.
Parahnya lagi retribusi tahunan malah naik menjadi Rp 3.886 ribu. Hal itu tidak sebanding dengan pendapatan pedagang sehari-hari yang selalu minus. Tamaji, pedagang ayam geprek mengungkapkan, setiap hari pendapatannya tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Saat hari biasa dagangan selalu sisa dan harus dibuang.
“Sepi pembeli setiap hari dan pelanggan tidak pasti. Hasil hanya buat makan saja,” kata Tamaji, Senin (19/1).
Apalagi, lanjut Tamaji, kebutuhan fasilitas umum mulai dari lampu hingga air yang ada di toilet ditanggung para pedagang. Padahal, dari 28 kios yang tersedia di tempat itu, hanya terisi 5 pedagang. “Jualan sudah sepi harus bayar listrik dan air untuk fasilitas umum, ini menjadi berat lagi bagi pedagang untuk mendapatkan penghasilan,” terangnya.
Senada denga Tamani, Sanapi, penjual minuman yang telah 10 tahun berjualan hanya bisa pasrah terhadap kondisi tersebut. Dia tidak punya modal untuk pindah mencari tempat jualan yang baru. “Harus gimana lagi, kita tetap jualan walaupun sepi, soalnya modal sudah tidak punya. Untuk sewa tempat pasti mahal,” ucapnya.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan peduli dengan memberikan solusi dan melakukan inovasi agar rest area Bang Kodir kembali ramai. Kembali menjadi jujukan para pecinta kuliner dan pengguna jalan yang melintas bisa singgah dengan fasilitas yang memadai. (*)






