KabarBaik.co, Surabaya – Ribuan jemaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) untuk melaksanakan salat Id 1 Syawal 1447 H, Sabtu (21/3).
Sejak pukul 05.00 WIB, arus jemaah mulai mengalir deras hingga memenuhi lantai satu, lantai dua, serta area halaman masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.
Ibadah berlangsung dengan khidmat dan tertib. Meski kepadatan tak terhindarkan, jemaah tampak kooperatif mengikuti arahan petugas untuk mengisi saf-saf yang telah disediakan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim.
“Kami, saya dan Pak Wagub menyampaikan selamat merayakan Idulfitri, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita semua dalam keadaan fitrah, dan Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadan,” ujar Khofifah penuh haru.
Magnet bagi Pemudik
Antusiasme jemaah tahun ini tidak hanya datang dari warga Surabaya. Banyak warga dari Sidoarjo, Gresik, hingga perantau dari Jakarta yang sedang mudik turut memilih MAS sebagai lokasi salat Id.
Rudi, 40, jemaah asal Krian, mengaku sengaja berangkat lebih awal agar mendapat tempat. “Berangkat dari rumah habis subuh, takut tidak kebagian tempat. Ternyata sudah ramai sekali, tapi tetap nyaman saat salat,” tuturnya.
Senada dengan Rudi, Saiful, 30, yang bekerja di Jakarta merasa rindu dengan suasana Lebaran di Surabaya. “Tiap pulang ke Surabaya, insyaallah salat Id selalu di sini. Semarak Lebarannya benar-benar terasa,” katanya.
Pesan ‘Muslim Problem Solver’
Salat Idulfitri dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan Imam Besar KH Abdul Hamid Abdullah sebagai pemimpin salat. Sementara itu, Prof. Dr. KH Ali Azis dalam khutbahnya mengusung tema relevan, yakni “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver”.
Untuk menampung hingga 40 ribu jemaah, pengelola masjid telah membuka akses dari sisi utara, timur, dan selatan guna mengurai kerumunan. Keamanan dan kenyamanan jemaah juga menjadi prioritas dengan disiagakannya tim medis dari RSUD dr. Soetomo, PMI Kota Surabaya, serta poliklinik masjid yang dilengkapi unit ambulans di sejumlah titik strategis. (*)






