KabarBaik.co, Malang – Ribuan warga Muhammadiyah memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, untuk melaksanakan Salat Id, Jumat (20/3). Sejak dini hari, jemaah mulai berdatangan dan memenuhi area stadion. Tepat pukul 06.00 WIB, Salat Id akhirnya dimulai dan diikuti ribuan warga dari berbagai wilayah.
Prof. Dr. Arshan yang bertindak sebagai khotib menyampaikan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum refleksi diri dan peningkatan ketakwaan. “Idul Fitri menjadi waktu untuk introspeksi, memahami asal-usul manusia, posisi saat ini, dan tujuan kehidupan ke depan. Karena itu, mari tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, Arshan juga menyinggung perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Ia menjelaskan, perbedaan tersebut muncul karena adanya dua metode yang digunakan, yakni hisab oleh Muhammadiyah dan rukyat oleh sebagian organisasi masyarakat lainnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perpecahan di tengah umat. “Perbedaan ini harus disikapi dengan saling menghormati. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan dan persatuan umat,” tegasnya.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Stadion Gajayana berlangsung tertib dan lancar dengan pengamanan dari petugas. Usai salat, suasana hangat terlihat ketika ribuan jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. (*)







