Roadshow GPPE 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Rantai Pasok Industri Printing dan Kemasan di Tengah Tekanan Impor

oleh -402 Dilihat
Direktur PT Pelita Promo Internusa, Sofianto Widjaja, Ketua Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia (PITTSINDO), Daniel Kenny.
(Ka-Ki) Direktur PT Pelita Promo Internusa, Sofianto Widjaja, Ketua Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia (PITTSINDO), Daniel Kenny.

KabarBaik.co, Surabaya — PT Pelita Promo Internusa (PPI) menghadirkan Roadshow Global Printing & Packaging Expo (GPPE) & Label & Carton Box Expo 2026 di Surabaya sebagai upaya memperkuat koneksi bisnis sekaligus mempercepat proses sourcing di tingkat regional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju pameran utama yang akan digelar pada 6–9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta.

Roadshow yang berlangsung pada 6 April 2026 di Nine Resto Surabaya ini dirancang sebagai platform business-to-business (B2B) terarah. Melalui format pertemuan tatap muka, presentasi terstruktur, serta demonstrasi produk, kegiatan ini mempertemukan pemasok teknologi dan bahan baku dengan buyer serta pelaku industri converter dari kawasan Jawa Timur dan sekitarnya.

Direktur PT Pelita Promo Internusa, Sofianto Widjaja, menegaskan bahwa roadshow ini menjadi jembatan strategis antara kebutuhan industri di lapangan dengan solusi teknologi yang ditawarkan para pemasok.

“Roadshow ini berperan sebagai jembatan antara penawaran teknologi dan kebutuhan industri. Kami ingin mempertemukan pengambil keputusan dengan pemasok yang mampu menjawab kebutuhan mereka secara cepat dan terukur,” ujarnya ditemui di Surabaya, Senin (6/4).

Menurutnya, kehadiran roadshow di Surabaya membuka peluang kolaborasi yang berdampak langsung terhadap efisiensi rantai pasok regional, sekaligus membantu pelaku industri menemukan solusi produksi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Surabaya dipilih sebagai lokasi karena posisinya yang strategis sebagai pusat perdagangan dan manufaktur di kawasan timur Jawa. Dukungan infrastruktur pelabuhan dan logistik yang kuat menjadikan kota ini sebagai pasar potensial bagi pemasok mesin, material, dan solusi kemasan.

Selain menjadi ajang pertemuan bisnis, roadshow ini juga menjadi pengantar menuju pameran utama GPPE & Label & Carton Box Expo 2026 di Jakarta. Peserta mendapatkan pemaparan lengkap terkait peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai trade visitor, mulai dari akses demo eksklusif hingga sesi business matching dengan buyer potensial.

Pameran GPPE dan Label & Carton Box Expo sendiri merupakan ajang B2B terintegrasi yang mempertemukan inovasi, material, dan teknologi di sektor percetakan, kemasan, label, dan corrugated, baik dari dalam maupun luar negeri. Event ini akan menghadirkan berbagai agenda seperti live demo, seminar teknis, hingga solusi berkelanjutan untuk mendorong transformasi industri di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia (PITTSINDO), Daniel Kenny, mengungkapkan bahwa industri percetakan dan kemasan saat ini tengah menghadapi tekanan berat, terutama akibat derasnya arus impor dan ketidakpastian pasokan bahan baku.

Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir, industri lokal harus bersaing dengan produk impor—terutama dari China—yang masuk dengan harga jauh lebih murah. Kondisi ini semakin sulit karena pelaku industri dalam negeri justru menghadapi biaya bahan baku yang tinggi akibat beban impor.

“Industri lokal sedang dalam kondisi waswas. Hari ini bisa produksi, besok belum tentu karena ketidakpastian bahan baku,” ujarnya.

Daniel juga menyoroti ketimpangan regulasi, di mana produk dalam negeri harus memenuhi berbagai aturan, sementara produk impor dinilai memiliki hambatan yang lebih minim. Hal ini membuat daya saing industri lokal semakin tertekan.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku yang mencapai hingga 200 persen serta fluktuasi nilai tukar turut memperburuk kondisi industri. Tidak hanya itu, gangguan rantai pasok global dan dinamika geopolitik turut memicu ketidakstabilan harga material seperti resin dan film.

Di sisi lain, industri makanan dan minuman sebagai pengguna utama kemasan juga terdampak. Penurunan daya beli masyarakat serta gangguan pasokan bahan seperti gula industri menyebabkan permintaan ikut melemah.

“Kalau produksi jalan tapi tidak ada kemasan, produk tidak bisa sampai ke konsumen. Ini menjadi masalah serius dalam rantai industri,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi industri dalam negeri, khususnya melalui pengendalian impor dan stabilisasi pasokan bahan baku.

Dengan kondisi tersebut, kehadiran forum seperti Roadshow GPPE dinilai menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku industri dengan solusi yang relevan, sekaligus memperkuat kolaborasi guna menjaga keberlangsungan sektor percetakan dan kemasan nasional.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.