KabarBaik.co – Plafon dan sebagian atap bangunan SDN Kedungsugo 1 Prambon Sidoarjo jebol. Sejumlah ruang kelas pun tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Rusaknya sarana prasarana sekolah tersebut akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda Prambon pada Rabu (10/12) sore. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada proses pembelajaran.
Enam ruang kelas dilaporkan rusak, memaksa pihak sekolah mengalihkan KBM ke sejumlah ruang alternatif demi menjaga keselamatan siswa. Total sebanyak 154 siswa mengikuti pembelajaran di lokasi sementara.
Plt Kepala SDN Kedungsugo 1, Sukarto, menjelaskan angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak berselang lama, plafon ruang kelas 4 ambruk dan disusul kerusakan di beberapa ruangan lain akibat air hujan yang masuk melalui celah atap.
“Begitu kejadian, ruang kelas yang terdampak langsung kami tutup. Anak-anak tidak kami perbolehkan masuk demi keamanan,” ujarnya, Sabtu (13/12).
Untuk menjaga keberlangsungan KBM, pihak sekolah segera mengatur penempatan siswa di ruang-ruang alternatif. Kelas 4 dialihkan ke perpustakaan, kelas 5 belajar di ruang UKS, kelas 2 menggunakan musholla, dan kelas 6 menempati ruang komputer. Sementara itu, siswa kelas 1 dan 3 mengikuti pembelajaran di teras sekolah.
Sukarto menambahkan kondisi bangunan sekolah memang sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan menyeluruh dan telah masuk dalam daftar revitalisasi.
“Bangunan sekolah ini sudah lama tidak diperbarui, kurang lebih sekitar 12 tahun. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Dispendikbud,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo Tirto Adi memastikan perbaikan akan segera dilakukan. Ia menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama dan kegiatan belajar mengajar tidak boleh terhenti.
“Kerusakan ini sudah kami tindak lanjuti. Tim sarpras sudah turun ke lokasi dan perbaikan akan segera dilakukan. Yang terpenting, kegiatan belajar tetap berjalan di tempat yang aman,” tegasnya.
Meski demikian, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Rabu (10/12) kemarin juga menimbulkan dampak di wilayah Kecamatan Prambon. Sebanyak 18 rumah warga dilaporkan rusak, dengan kerusakan berupa genting beterbangan, lisplang seng terlepas, hingga kanopi rumah tersapu angin.
Selain rumah warga, puluhan pohon tumbang dan beberapa tiang listrik patah di empat desa terdampak, yakni Desa Kedungkembar, Kedungsugo, Simogirang, dan Gedangrowo.
Petugas BPBD bersama anggota Polsek Prambon dan Linmas bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi di sejumlah titik terdampak, termasuk penanganan atap sekolah yang rusak.
Kendati menimbulkan kerusakan di berbagai titik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (*)









