KabarBaik.co, Pasuruan – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/2) sore.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi keagamaan di Kabupaten Pasuruan, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yang turut menyaksikan proses pemantauan hilal sebagai penanda awal bulan hijriah.
Dari hasil pengamatan, hilal tidak terlihat oleh para peserta rukyat. Meski demikian, disebutkan ada perwakilan yang memperkirakan posisi hilal masih berada di kisaran 1 derajat dan belum memenuhi kriteria visibilitas.
Berdasarkan hasil rukyatul hilal tersebut, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2).
Ketua DPD LDII Kabupaten Pasuruan Andik Dwi Siswanto, menyampaikan bahwa hasil rukyatul hilal menunjukkan tidak terlihatnya bulan sabit sebagai penanda awal bulan Ramadan.
“Hasil kegiatan rukyatul hilal, semua tidak melihat bulan sabit,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun terdapat potensi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan, seluruh pihak diharapkan tetap saling menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan sesama umat Islam.
“Kita tetap menghargai jika ada yang memulai puasa lebih awal. Namun, kami menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan,” pungkasnya.(*)








