KabarBaik.co, Sidoarjo – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus membuat banyak orang waswas. Angkanya bahkan disebut telah menyentuh Rp 17.779.00 per dolar AS pada Selasa (26/5). Situasi ini perlahan mulai terasa di tengah masyarakat. Harga kebutuhan berpotensi ikut terdorong naik, sementara daya beli warga belum sepenuhnya pulih.
Kegelisahan itu juga dirasakan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengajak masyarakat untuk lebih tenang dan bijak menyikapi kondisi ekonomi yang belum menentu.
Menurutnya, langkah paling realistis yang bisa dilakukan masyarakat saat ini adalah mengendalikan pola belanja. Kebutuhan primer diminta menjadi prioritas utama dibanding kebutuhan sekunder maupun gaya hidup konsumtif.
“saya berharap kepada masyarakat, mungkin yang paling utama adalah bijak dalam berbelanja, bijak dalam menggunakan waktu dan kebutuhannya. Artinya, utamakan kebutuhan yang sifatnya primer. Kebutuhan sekunder atau tersier, nanti dululah,” ujarnya pada KabarBaik.co, Selasa (26/5).
Di tengah melemahnya rupiah, Abdillah Nasih justru melihat ada peluang yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ia berharap warga mulai beralih menggunakan produk-produk lokal dibanding barang impor maupun produk branded luar negeri.
Menurutnya, produk dalam negeri saat ini tidak kalah kualitas. Selain lebih terjangkau, membeli produk lokal juga dinilai dapat membantu perputaran ekonomi masyarakat kecil hingga pelaku UMKM tetap hidup.
“Jangan sampai kemudian kita tergoda dengan misalkan branded, barang-barang yang sifatnya mewah dari luar. Bagaimana ini menjadi hikmah, ayo cinta produk dalam negeri yang mungkin lebih terjangkau tetapi secara kualitas juga tidak kalah bagus,” tuturnya.
Ia menilai, ketika masyarakat membeli produk lokal, maka uang akan tetap berputar di dalam negeri. Efeknya bukan hanya dirasakan pedagang kecil, tetapi juga para pelaku UMKM di Sidoarjo yang selama ini terus berjuang bertahan di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.
Abdillah Nasih memberi tiga pesan sederhana kepada masyarakat. Pertama, memilih produk murah namun berkualitas, terutama hasil produksi dalam negeri. Kedua, mendahulukan kebutuhan pokok. Dan ketiga, mulai membiasakan hidup hemat serta gemar menabung.(*)






