Saat ODGJ Temukan Ketenangan Lewat Ibadah Ramadan di Griya Cinta Kasih Jombang

oleh -77 Dilihat
Penghuni griya cinta kasih Jombang saat menjalani salat berjamaah (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang — Bulan Ramadan menghadirkan suasana berbeda di Griya Cinta Kasih (GCK) di Desa Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang.

Di tempat rehabilitasi bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu, ratusan penghuni tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, selama Ramadan, nuansa religius terasa lebih kuat dengan penambahan kegiatan pembinaan rohani.

Setiap pagi, para penghuni memulai hari dengan mandi, senam bersama, sarapan, lalu beristirahat. Rutinitas tersebut tidak berubah. Yang berbeda, porsi ibadah diperbanyak.

Seksi Keagamaan GCK, Bimasiatih, mengatakan dari lebih dari 300 penghuni, sekitar 30 orang menjalankan ibadah puasa.

“Mereka yang diperbolehkan berpuasa adalah yang kondisinya sudah stabil dan mampu,” ujar Bimasiatih, Minggu (22/2/2026).

Selama Ramadan, para penghuni mengikuti salat berjamaah lima waktu. Selepas Asar hingga menjelang Magrib, kegiatan diisi dengan pengajian yang membahas kisah dan keutamaan Ramadan.

Setelah berbuka dan salat Magrib, mereka beristirahat sejenak sebelum kembali melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah. Malam harinya diisi dengan tadarus Alquran hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan ibadah berjalan tertib dan sesuai kemampuan masing-masing penghuni.

Pendekatan Humanis

Meski dikenal sebagai tempat rehabilitasi ODGJ, tidak semua penghuni masih berada dalam bayang-bayang gangguan jiwa. Sebagian sudah pulih dan memilih tetap tinggal untuk membantu pengelolaan tempat yang pernah menjadi ruang pemulihan mereka.

Bimasiatih menegaskan pendekatan humanis menjadi kunci dalam mendampingi para penghuni.

“Kami berprinsip memanusiakan manusia. Diajak berbicara dengan baik, dirangkul, tidak dibentak. Kalau sudah terbiasa, mereka mudah diajak berinteraksi,” katanya.

Selain pembinaan rohani, penghuni juga dilibatkan dalam aktivitas produktif ringan, seperti membantu di area peternakan dan mencari rumput. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi.

Dari sisi kesehatan, tenaga medis dari rumah sakit melakukan pemeriksaan rutin setiap pekan. Pemberian obat dilakukan sesuai kebutuhan, terutama bagi penghuni yang mengalami kekambuhan.

Mayoritas penghuni memiliki latar belakang persoalan keluarga sebelum menjalani rehabilitasi. Masa pemulihan hingga stabil rata-rata memakan waktu sekitar tiga tahun. Namun, ada pula yang menetap hingga satu dekade.

Saat ini tersedia 12 kamar khusus yang dibagi berdasarkan tingkat kondisi, mulai tahap pemulihan hingga penghuni yang sudah stabil dan mampu berinteraksi normal.

Kebutuhan operasional GCK masih mengandalkan bantuan sukarela, termasuk dari pemerintah. Untuk konsumsi saja, kebutuhan beras mencapai sekitar satu setengah kuintal per hari.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, pengelola memastikan pelayanan berbasis kemanusiaan tetap menjadi prioritas.

“Tujuan kami satu, memastikan mereka tetap diperlakukan layaknya manusia pada umumnya,” ujar Bimasiatih.

Ramadan yang Menenangkan

Suasana itu turut dirasakan Anang Khoiru Iksan (48), warga binaan asal Jombang. Selama tiga tahun terakhir menjalani pembinaan, ia tetap antusias mengikuti kegiatan keagamaan.

“Ngaji bersama jamaah, lanjut salat Asar. Alhamdulillah bisa ikut,” ujar Anang usai kegiatan.

Selama Ramadan, ia juga menjalankan ibadah puasa. Baginya, kegiatan religius yang rutin membuat suasana hati lebih tenang.

“Khusyuk saja. Rasanya lebih tenang,” katanya singkat.

Anang mengaku masuk ke GCK setelah diantar keluarganya karena persoalan di rumah. Ia tidak merinci masalah tersebut.

Setiap Ramadan, ia selalu mengikuti puasa bersama dan pengajian rutin yang digelar di dalam lembaga.

“Selalu ikut. Kegiatannya baik,” tuturnya.

Melalui momentum Ramadan, Anang berharap bisa kembali menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. Ia juga berdoa agar bisa segera keluar dari permasalahannya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.