Saat Para Napi di Banyuwangi Bersimpuh dengan Tangis di Kaki Ibu

oleh -392 Dilihat
IMG 20251222 WA0015
Para Napi di Banyuwangi Bersimpuh dengan Tangis di Kaki Ibu

KabarBaik.co – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi berubah haru, Senin (22/12). Tangis para narapidana pecah saat ibu mereka dihadirkan di rumah tahanan tersebut.

Pihak Lapas Banyuwangi sengaja menghadirkan ibu para napi dalam rangka memperingati hari ibu. Pada kesempatan itu para napi bersimpuh membasuh kaki ibu.

Tak pelak, air mata menetes deras, baik dari mata sang ibu maupun para warga binaan. Sambil bersimpuh dan membasuh kaki wanita yang telah melahirkannya, para warga binaan tampak terisak, memeluk erat sang ibu, dan membisikkan permohonan maaf yang mendalam atas kekhilafan yang pernah mereka perbuat.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia menyebutkan bahwa prosesi ini sengaja digelar agar warga binaan dapat mengambil makna mendalam dari peringatan Hari Ibu.

“Kami ingin memupuk kembali rasa kasih sayang dan hormat kepada ibu yang telah luar biasa berjuang merawat, membesarkan, dan mendidik mereka. Momen ini adalah pengingat bahwa sejauh mana pun mereka melangkah salah, doa ibu adalah jalan untuk pulang,” ujar Wayan.

Lebih lanjut, Wayan mengatakan bahwa momen ini dimanfaatkan sebagai bahan renungan bagi warga binaan agar mereka benar-benar menyesali perbuatan masa lalu yang menyebabkan mereka harus terpisah dari keluarga. Isak tangis yang pecah di kaki ibu diharapkan menjadi titik balik bagi mereka untuk berbenah diri.

“Tentu kami berharap agar mereka benar-benar menyesali perbuatannya dan memperbaiki perlaku selama masa pidana dengan mengikuti program pembinaan dengan baik,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan pelukan hangat antara ibu dan anak, sebuah pemandangan yang memberikan harapan bahwa di balik jeruji besi, masih ada cinta yang tak pernah luntur untuk membimbing mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

ANP, 30 tahun, salah seorang warga binaan mengungkapkan terimakasih kepada pihak Lapas yang telah mengingatkan akan makna Ibu dalam kehidupannya. Ia bertekad akan terus memperbaiki diri dan berbakti kepada kedua orang tuanya, khususnya ibu.

“Selama ini ibu selalu membawa harapan agar saya dapat mengambil hikmah dari apa yang terjadi. Terimakasih kepada para petugas yang selama ini memberikan pembinaan kepada saya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.