KabarBaik.co – Lapas Kelas IIA Banyuwangi melaksanakan panen semangka di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang terletak di Kelurahan Pakis, Banyuwangi, Kamis (15/1). Panen tersebut digelar bersamaan dengan panen raya serentak yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam rangka mendukung ketahanan pangan.
Panen dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono. Turut hadir Kalapas Se-Jatim, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq serta Forpimda Banyuwangi lainnya.
Kadiyono mengatakan lahan SAE di Banyuwangi memiliki luas 2,2 hektare. Lahan tersebut difungsikan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Oleh karenanya di lahan ini ditanami aneka jenis tanaman seperti padi, jagung, sayuran, semangka termasuk budidaya lele.
“Kali ini yang kita panen semangka. Sesuai intruksi menteri, hasil penjualan panenan akan dikumpulkan lalu disumbangkan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, di Sumatera Utara dan di Sumatera Barat,” kata Kadiyono.
Dalam panen raya serentak tersebut, luas lahan semangka non biji yang dipanen mencapai sekitar 2.500 meter persegi dengan estimasi produksi sekitar 3.000 kilogram. Selain itu, masih ada seluas sekitar 1.000 meter persegi tanaman semangka juga siap dipanen dalam waktu sekitar 20 hari ke depan dengan perkiraan hasil sekitar 1.000 kilogram.
Dalam pemanfataan lahan, Lapas melibatkan warga binaan untuk pengelolaan lahan dengan didampingi petugas. Mereka sudah terlatih, karena Lapas Banyuwangi bekerjasama dengan Dinas Pertanian Banyuwangi untuk pembinaan pertanian bagi warga binaan.
“Mayoritas warga binaan berasal dari Banyuwangi. Dengan dibekali keterampilan bertani, mereka punya peluang menciptakan pekerjaan sendiri setelah bebas, sehingga bisa menekan angka kriminalitas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono mengatakan, program ini sejalan dengan arah pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan produktivitas lahan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya sinergi antara Ditjenpas, Kakanwil, dan Kalapas Banyuwangi. Selain meningkatkan produktivitas, juga memberi keterampilan bagi warga binaan,” ujar Mujiono.
Wabup berharap, bekal keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Setelah keluar dari lapas mereka punya keterampilan dan bisa diterima di masyarakat. Sehingga masa depan mereka lebih baik dan dan tidak kembali terjerumus pada persoalan hukum,” tambahnya.






