KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemudik di lintas Ketapang-Gilimanuk yang memesan tiket via ferizy tergolong minim meski pemesanan bisa dilakukan H-60 lebaran.
Berdasarkan catatan ASDP Ketapang hingga H-10 lebaran pemesanan tiket bahkan tidak sampai 10 persen dari total kuota yang sediakan.
“Update terakhir sampai dengan sekarang kondisi pemesanan tidak sampai 10 persen. Untuk kuota tiket masih aman, hingga kini juga tidak ada lonjakan penumpang signifikan. Situasinya masih normal,” kata General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, Selasa (10/3).
Arief menjelaskan, puncak arus mudik di Ketapang-Gilimanuk akan berbarengan dengan hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali. Selama Nyepi lintasan akan tutup selama 37 jam pada 18-20 Maret.
Oleh karenanya Arief mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket, supaya perjalanan mudik lebaran berjalan dengan lancar dan terhindar dari kemacetan.
“Prediksi kami karena ada penutupan kemungkinan masyarakat akan mudik lebih awal antara 14-17 Maret. Sebelum itu kami imbau masyarakat untuk sesegara mungkin memesan tiket supaya tenang dan perjalanannya lancar,” bebernya.
Selama arus mudik, kata Arief, ASDP telah melakukan sejumlah persiapan. ASDP telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Salah satunya menyiapkan buffer zone atau kantong parkir di beberapa lokasi, seperti di kawasan Watu Dodol dan Bulusan.
Selain itu, ASDP juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk pengaturan arus lalu lintas di jalur menuju pelabuhan.
Dari sisi armada kapal, Arief menyebut ada 55 kapal yang siap beroperasi di lintasan tersebut. Dari jumlah itu, rata-rata sekitar 28 kapal dioperasikan setiap hari, sehingga masih tersedia kapal cadangan jika terjadi lonjakan penumpang.
Selain itu ASDP bersama regulator yakni BPTD dan KSOP berencana mengoperasikan seluruh kapal berukuran besar yang ada di lintasan Ketapang–Gilimanuk mulai H-7 Lebaran.
“Kapal-kapal besar yang ada di sini akan kami operasikan semua pada periode itu agar penyerapan kendaraan bisa lebih cepat. Prediksi kami tahun ini akan ada peningkatan 4-5 persen dibanding tahun lalu,” jelas Arief.






