KabarBaik.co – Setelah mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasun di Kota Kediri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono melanjutkan safarinya dengan mendatangi Ponpes Wali Barokah, Kamis (17/4).
Sebagai tim yang membantu Gubernur Jatim untuk memanajemen kesehatan, dalam kunjungan ini pihaknya merasa banyak memperoleh pembelajaran.
Pembelajaran pertama didapatkan dari isu kolaborasi, di mana kolaborasi antara Pondok Pesantren, Kementerian Agama, FKUB, Dinas Kesehatan Kota Kediri yang telah banyak memberikan kontribusi untuk membangun sistem kesehatan yang ada di Kota Kediri.
Khususnya bagi para santriwan santriwati, termasuk para pengasuh, pengajar, dan lain-lain yang ada di Kota Kediri.
Kedua, Dinas Kesehatan juga merasa bersyukur karena bagaimanapun isu-isu kesehatan tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Kesehatan sendiri.
Pihaknya tetap membutuhkan implementator dari para pimpinan Pondok Pesantren di mana Dinas Kesehatan punya program penurunan angka kematian Ibu, penurunan angka kematian bayi, stunting. Termasuk mengupayakan generasi muda untuk membangun generasi emas tahun 2045.
Di dalam Poskestren Wali Barokah tersebut sudah berisikan dengan isu Integrasi Layanan Primer (ILP), sehingga sudah berbasis siklus hidup. Sehingga mulai bayi, remaja, dewasa maupun lansia sudah bisa diimplementasikan di Pondok Pesantren ini.
Ia menjelaskan, banyak program dari Dinas Kesehatan yang sudah dikerjakan secara lengkap, khususnya terkait dengan upaya PHBS (Pola Hidup, Bersih, dan Sehat).
“Sudah disampaikan pimpinan di Ponpes Wali Barokah, nutrisi yang ada di sini pertama adalah sehat. Di situ ada nasi, ada protein, ada buah, yang bisa membuat generasi muda ini paham bahwa makanan sehat menjadi makanan terbaik yang nanti bisa dibawa bekal kalau misalkan sudah lulus dari Pondok,” katanya.
Ia pun menyampaikan terima kasih sekali atas sambutan hangat Ponpes Wali Barokah.
“Semoga menginspirasi bagi 4.600 pondok yang ada di Jawa Timur, untuk membangun sistem kesehatan internal,” tambahnya.
Tak lupa pihaknya senang sekali bisa mengimplementasi Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovatif Pondok Pesantren Sehat (IKI Pesat), dan Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah (SAJADAH).
“Semoga program tersebut bermanfaat dan mendatangkan barokah bagi Ponpes Wali Barokah khususnya, dan secara umum pondok pesantren di Jawa Timur,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto mengapresiasi kunjungan orang nomor satu di Dinas Kesehatan Provinsi Jatim tersebut.
“Dengan kunjungan lapangan tersebut kami berharap akan mendapatkan input untuk perbaikan manajemen pondok khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan,” tutupnya.(*)








