Sambut Musim Tanam April-September di Lamongan, Gerakan Pompanisasi Optimalkan Sawah Tadah Hujan

Editor: Andika DP
oleh -64 Dilihat
Dirjen PSP Kementerian Pertanian Ali didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau pompanisasi di Kecamatan Maduran. (Foto: Kominfo Lamongan)

KabarBaik.co – Kabupaten Lamongan bakal menghadapi musim tanam bulan April – September 2024. Sebagai lumbung pangan nasional, musim tanam ini mendapat atensi dari Kementerian Pertanian. Nantinya, akan dimasifkan gerakan pompanisasi untuk optimalisasi pertanian di sawah tadah hujan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian Ali Jamil turun langsung meninjau persiapan menyambut musim tanam di Kabupaten Lamongan, Senin (19/3). Ia mengatakan, gerakan pompanisasi dinilai paling efektif untuk pengairan sawah tadah hujan di musim kemarau.

“Pompanisasi ini adalah untuk mengaktifkan sawah-sawah tadah hujan kita pada masa musim tanam kedua, dan kedepan ini bulan April September ini musim tanam kita. Selama ini tadah hujan kita di musim tanam dua ini tidak bisa tanam,” ujar Dirjen PSP di Desa Turi, Kecamatan Maduran, Lamongan.

Baca juga:  Program Perintis Dekatkan Akses Pendidikan dengan Masyarakat Lamongan

Dirjen PSP Ali menjelaskan secara nasional program pompanisasi ditargetkan 1 juta hektar lahan tadah hujan. Rinciannya 500 hektar di wilayah Jawa, dan 50 hektar di wilayah luar Jawa.

“Lamongan luas baku sawah terbesar nomor satu di Jawa Timur lebih dari 95 ribu hektar, luas baku sawah di Jatim sekitar 1,21 juta hektar, ada sekitar 30 ribu tadah hujan di Lamongan. Jadi 30 ribu hektar tadi mohon diusulkan pompanya, bisa disebutkan pompanya saja atau sekalian rumah pompanya, ukurannya, berapa unit,” tambah Dirjen PSP.

Baca juga:  Semarak Bulan Bakti TNI-Polri, Forkopimda Lamongan Gelar Baksos di Masjid Agung

Dukungan Kementerian Pertanian itu pun disambut positif oleh Bupati Lamongan Yuhronur Effendi. Program pompanisasi yang diharapkan dapat menambah musim tanam masyarakat. Petani tetap bisa menanam saat musim kemarau tiba.

“Dari 95.460 lahan baku ada 30.000 lahan yang tidak bisa ditanam atau tadah hujan, sehingga kita menyambut baik apa yang disampaikan Pak Dirjen. Kita akan segera mencari titik-titik itu dan saya yakin akan disambut baik oleh petani 30.000 lahan tadah hujan ini bisa meningkatkan IP-nya (indeks pertanaman) setidaknya menjadi dua,” ucap Bupati Yes.

Baca juga:  Standar FIFA, Rekontruksi Stadion Surajaya Lamongan Dimulai

Sebelumnya, Dirjen PSP Kementan Ali Jamil didampingi Bupati Lamongan dan jajaran Forkopimda meninjau secara langsung pompa air di Desa Pringgoboyo Maduran. Pompa tersebut mampu mencakup 224 hektar lahan di Desa Pringgoboyo dan Desa Turi.

Sementara itu, menyambut musim tanam kedua bulan April – September, Kementrian Pertanian berikan bantuan benih padi inbrida untuk 16 ribu hektar senilai Rp 5,443 miliar, benih jagung hibrida untuk 12 ribu hektar senilai 10,8 miliar, 2 pompa air 8 dim, serta, asuransi pertanian senilai Rp 69,24 juta.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.