KabarBaik.co – Munculnya kembali kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) sejak akhir tahun 2024 lalu tak begitu berdampak pada produksi susu dan daging sapi di Kabupaten Pasuruan.
Terbukti sapi-sapi milik warga dan koperasi di Kabupaten Pasuruan hingga saat ini tidak ada laporan terjangkit PMK dan dinyatakan sehat.
Kabid Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi menjelaskan sapi-sapi yang dinyatakan positif PMK bukanlah sapi perah melainkan sapi potong, sehingga produksi susu sapi aman hingga saat ini.
“Produksi susu sapi segar di Kabupaten Pasuruan aman, tidak terlalu berdampak banyak meski kasus PMK mulai merebak lagi di Kabupaten Pasuruan,” kata Syaifi, Selasa (7/01).
Dijelaskannya, produksi susu sapi perah selama tahun 2024 kemarin mencapai 97.112.202 liter. Dari jumlah tersebut produksi paling banyak ada di wilayah Kecamatan Tutur totalnya sebanyak 30.536.818 liter, kemudian di wilayah Kecamatan Lekok dengan 20.391.093 liter.
“Kalau sentra susu segar tetap ada di Kecamatan Tutur, Lekok dan Puspo. Total ada 13 wilayah kecamatan penghasil susu sapi segar,” singkatnya.
Untuk sapi-sapi yang terkena PMK kebanyakan sapi baru yang didatangkan dari luar Kabupaten Pasuruan, sehingga langsung dikarantina, diobati sampai sembuh.
“Paling banyak sapi baru datang dari luar Kabupaten Pasuruan, mungkin terkontaminasi dan akhirnya seperti membawa virus dari luar daerah kemudian masuk di wilayah Kabupaten Pasuruan,” tutupnya. (*)






