Sebelum Tewas Jadi Korban Tabrak Lari, Aiptu Asep Tulis Pesan Pilu untuk Anaknya

oleh -188 Dilihat
LAKA BANDUNG
Petugas mengamankan A, tersangka tabrak lari seorang anggota Polri di Banding. (IST)

KabarBaik.co, Bandung – Tragedi tabrak lari yang berujung seorang anggota Polri tewas, terjadi di wilayah hukum Bandung. Mahasiswa berinisial A, 20, menjadi tersangka kasus tersebut. Di dalam kendaraan, ternyata tidak sendirian. Dua prajurit TNI ikut menumpang. Korbannya terungkap bernama Aiptu Asep Suhara, anggota Samapta Polrestabes Bandung.

Kejadian terjadi Minggu (9/8), sekitar pukul 04.00 WIB, di depan El Royale, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur. Saat itu, Aiptu Asep sedang mengendarai sepeda motor hendak pulang ke rumah setelah mengikuti patroli gabungan. Tersangka A mengemudikan mobil sedan Honda hitam bernopol D 1829 AZ yang dipinjam dari seorang anggota TNI.

A berangkat dari sebuah kedai di kawasan Simpang Lima bersama dua rekannya yang merupakan prajurit TNI. Dalihnya untuk membeli rokok. Lalu, mobil melintas di Jalan Merdeka dengan kecapatan cukup kecang hingga akhirnya menabrak korban. Dari video yang beredar usai kejadian, mobil itu hingga penyok cukup parah pada bagian depan.

“Pada saat kejadian terjadinya laka lantas itu bertiga. Sudah kami mintakan keterangannya semua dua orang itu,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi, dalam rilis di Mapolrestabes Bandung, Rabu (11/8).

Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmudin membenarkan keberadaan keduanya. Mereka bukan pengemudi. Statusnya saat ini masih saksi dan telah diperiksa bersama Polisi Militer. “Yang mengendarai adalah saudara A, berinisial A. Kemudian di dalamnya itu tadi yang disampaikan sama Pak Kapolres bahwa ada dua orang anggota kita yang berinisial adalah Prada A dan Prada V,” ujar Mahmudin.

Polisi menyebut tersangka A diduga mengemudi kendaraan di bawah pengaruh alkohol. Keterangan tersebut muncul dari pemeriksaan tersangka. Setelah kejadian, mereka kembali ke kedai di kawasan Simpang Lima. Polisi juga meluruskan video yang beredar bahwa ada empat orang di dalam mobil. Menurut Dedi, rekaman dalam video itu diambil pasca-kejadian dan dibuktikan melalui CCTV.

Identitas tersangka terungkap setelah polisi melakukan olah TKP dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA), pemeriksaan saksi, Scientific Crime Investigation (SCI), serta analisis rekaman CCTV milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Barang bukti yang disita antara lain pakaian tersangka, STNK, foto lokasi, dan kendaraan. Tujuh saksi telah diperiksa.

Tersangla A dijerat Pasal 105 jo Pasal 106 ayat (1) jo Pasal 312 dan jo Pasal 311 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 12 tahun.
Kodam III/Siliwangi dan Pussenkav menyatakan mendukung proses hukum terhadap tersangka sekaligus pemeriksaan internal terhadap kedua prajurit.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa. Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga menyempatkan datang ke rumah duka. Aiptu Asep meninggalkan istri dan empat anak. Jenazahnya telah dimakamkan di wilayah Gumuruh, Kota Bandung.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Polisi dan TNI terus berkoordinasi untuk memastikan peran masing-masing pihak dalam peristiwa yang merenggut nyawa anggota kepolisian tersebut.

Sebelum meninggal, unggahan Asep di media sosial belakangan jadi perbincangan. “Aku gak minta hidup selamanya. Aku cuma ingin diberi kesempatan melihat anakku tumbuh besar dengan baik. Melihat senyumnya setiap hari, mendengar cerita-ceritanya, dan menemaninya melewati setiap fase hidupnya.”

“Ya Allah, selama anakku masih membutuhkan aku, tolong jaga aku. ​Sampai suatu hari nanti ia benar-benar kuat menjalani hidupnya sendiri,” lanjutnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.