Sejarah Buruk Tim Thomas 2026: PBSI Minta Maaf, Tapi Bukan Langsung Ketua Umum

oleh -106 Dilihat
ENG HIAN
Eng Hian

KabarBaik.co, Jakarta- Sejarah buruk yang tercatat di Horsens, Denmark, akhirnya berbuah pernyataan resmi. Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meminta maaf atas kegagalan Tim Indonesia yang tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026. Tragedi ini menjadi yang pertama sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang kompetisi badminton beregu paling bergengsi di dunia itu.

Permohonan maaf PBSI tersebut disampaikan menyusul kekalahan telak 1-4 dari tim Prancis pada laga penentu Grup D. Hasil tersebut membuat Indonesia harus puas finis di peringkat ketiga, di bawah Thailand dan Prancis. Padahal, sebelumnya tim Merah Putih tinggal sejengkal saja setelah sebelumnya sukses menundukkan Thailand (3-2) dan Aljazair (5-0).

Namun, permintaan maaf tersebut bukan langsung dari Ketua Umum PBSI Komjen Pol M. Fadil Imran. Namun, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian. ”’Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini,” ujar pria yang juga pelatih kepala ganda putri itu.

Eng Hian mengatakan, pihaknya menerima hasil tersebut dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai. Dia juga menyebut salah satu kunci kemenangan Prancis adalah memainkan tiga tunggal di partai awal. Skema tersebut memberikan ruang fleksibilitas bagi Prancis dalam mengatur skuad.

Diketahui, skuad Prancis yakni Christo Popov dan Toma Junior Popov yang sama-sama mampu bermain rangkap di nomor tunggal dan ganda. Strategi itu terbukti ampuh. Christo Popov membungkam tunggal pertama Indonesia Jonatan Christie 21-19, 21-14 di partai pembuka, disusul Alex Lanier yang juga menaklukkan Alwi Farhan 21-16, 21-19. Demikian juga Anthony Sinisuka Ginting yang turun di tunggal ketiga tumbang dari Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22.

Situasi makin gelap setelah ganda unggulan tim Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang nangkring di peringkat 9 dunia, secara mengejutkan dikalahkan pasangan Eloi Adam/Leo Rossi,  peringkat 52 dunia, dua set langsung dengan skor 19-21, 19-21.

Satu-satunya kemenangan tim Thomas Indonesia diraih pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan ini sukses menundukkan duet Christo Popov/Toma Junior Popov lewat rubber game 21-18, 19-21, 21-11 di partai kelima. Namun, kemenangan tersebut tak menolong. Padahal, andai saja Indonesia kalah 2-3, maka peluang lolos dari fase grup tetap terbuka.

Begitu sudah unggul 4 gim, delegasi Prancis pun langsung melakukan selebrasi di lapangan Horsens. Sedangkan tim Merah Putih, tertunduk sedih dan malu. Bagi publik Tanah Air, badminton bukan sekadar olahraga biasa. Namun, selama ini sudah menjadi marwah yang turun temurun beberapa dekade. Dan, target final di Piala Thomas 2026 itu telah melayang

Eng Hian menambahkan, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.

”Ke depan, PBSI berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.