KabarBaik.co – Sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Untuk mengatasi dampak tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Hingga Sabtu (6/9), BPBD Bojonegoro telah menyalurkan air bersih ke enam desa.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksono menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan beberapa tangki air bersih ke masing-masing desa yang telah mengajukan permintaan bantuan. “Meskipun pada tahun ini masuk musim kemarau basah, namun kita menerima laporan beberapa desa di Bojonegoro mengalami kesulitan air bersih,” katanya.
Menurut Heru, sampai saat ini baru enam desa yang meminta pengajuan air bersih ke BPBD. Yakni, Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberejo; Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras; Desa Bobol, Kecamatan Sekar; Desa Papringan, Kecamatan Temayang; Desa Meduri Kecamatan Margomulyo; dan satu sekolah yakni SMAN Kepohbaru.
Heru menegaskan, BPBD siap memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Ia juga mengimbau warga yang membutuhkan bantuan segera menghubungi BPBD Bojonegoro atau melapor ke perangkat desa maupun camat setempat untuk diteruskan ke BPBD.
Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Langkah pencegahan ini penting untuk mengurangi risiko bencana selama musim kemarau,” tegas Heru. (*)






