Sejumlah Harga Bahan Pokok Merekot, Gubernur Jatim Sidak Pasar Bojonegoro

oleh -111 Dilihat
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak Pasar Banjarejo Bojonegoro.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak Pasar Banjarejo Bojonegoro.

KabarBaik.co, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, turun langsung memantau harga bahan pokok di Pasar Kota Baru Bojonegoro atau Pasar Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Senin (25/5).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap aman dan harga tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,

Dalam peninjauan itu, Khofifah menyebut kondisi pasar masih relatif stabil. Aktivitas jual beli terpantau ramai dan daya beli masyarakat dinilai masih cukup baik, meski beberapa komoditas dapur mulai mengalami kenaikan harga.

Menurutnya, momen hari besar keagamaan seperti Idul Adha memang kerap memicu peningkatan kebutuhan rumah tangga yang berdampak pada naiknya harga sejumlah bahan pokok.

“Kalau permintaan naik sementara pasokan tetap, biasanya ada kecenderungan harga beberapa barang ikut naik,” ujar Khofifah.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging sapi mulai mengalami kenaikan. Sebagian pedagang masih menjual di angka Rp 120 ribu per kilogram, namun ada pula yang sudah menaikkan harga menjadi Rp 125 ribu per kilogram.

“Artinya ada kenaikan harga Rp 5 ribu untuk daging sapi dari Rp 120 ribu menjadi Rp 125 ribu per kilogram. Beberapa pedagang juga memberi sinyal kenaikan harga itu dalam waktu dekat,” jelasnya.

Sementara itu, harga daging ayam masih terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ayam potong rata-rata dijual Rp 33 ribu per kilogram, sedangkan HET berada di kisaran Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

Khofifah juga memastikan stok beras, terutama beras SPHP, dalam kondisi aman. Beras medium SPHP kemasan lima kilogram dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 62.500 per kemasan.

Selain itu, stok Minyakita disebut masih mencukupi dengan harga tetap sesuai HET sebesar Rp 15.700 per liter. Untuk komoditas gula pasir, harga di pasaran bervariasi tergantung merek. Sebagian pedagang menjual di harga Rp 16 ribu per kilogram, sementara merek tertentu mencapai Rp 18 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga telur ayam justru mengalami penurunan dibandingkan menjelang Idul Fitri lalu. Saat ini, telur dijual rata-rata Rp26 ribu per kilogram. Namun, kenaikan mulai terlihat pada komoditas bumbu dapur.

Harga cabai kini berada di kisaran Rp 65 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah melonjak dari sebelumnya Rp 33 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Sementara harga bawang putih masih relatif stabil.

“Harga cabai masih relatif terjangkau meski fluktuatif, kadang naik dan turun. Yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah bawang merah, dari Rp 33 ribu sekarang menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Kalau bawang putih masih standar,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.