Selama Perayaan Natal 2025, Okupansi Hotel di Jatim Terkerek hingga 70 Persen

oleh -46 Dilihat
IMG 20251227 WA0001
Beberapa daerah bahkan mencatat tingkat hunian di atas rata-rata provinsi.

KabarBaik.co Tingkat hunian kamar hotel di Jawa Timur mulai menunjukkan tren kenaikan selama perayaan Natal 2025. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur mencatat rata-rata okupansi hotel saat ini telah berada di kisaran 70 persen.

Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono, mengatakan kenaikan tersebut terjadi hampir merata di berbagai daerah, terutama wilayah yang memiliki destinasi wisata alam unggulan. Beberapa daerah bahkan mencatat tingkat hunian di atas rata-rata provinsi.

“Untuk Kota Batu, okupansinya sekitar 75 persen. Malang dan Banyuwangi masing-masing berada di angka 70 persen,” ujar Dwi saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Sabtu (27/12).

Sementara itu, hotel-hotel di wilayah perkotaan juga mulai merasakan dampak meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di Surabaya, tingkat hunian kamar telah menembus 65 persen, disusul Kediri dengan okupansi sekitar 60 persen.

Menurut Dwi, angka tersebut mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat selama libur akhir tahun, baik untuk berwisata, berlibur bersama keluarga, maupun bersilaturahmi dengan sanak saudara. Selain itu, tren perjalanan dadakan atau last minute turut mendorong kenaikan okupansi hotel.

“Kami melihat masih ada potensi kenaikan, karena banyak masyarakat yang baru memutuskan bepergian mendekati hari libur,” jelasnya.

Meski demikian, pelaku usaha perhotelan tetap dihadapkan pada tantangan, salah satunya potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2025. Untuk mengantisipasi berbagai risiko, PHRI Jatim memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan.

“Kami terus berkoordinasi agar operasional hotel tetap aman dan nyaman. Target kami, okupansi hotel saat libur Nataru tahun ini bisa tembus hingga 90 persen,” kata Dwi.

Menjelang malam pergantian tahun, PHRI Jatim juga aktif melakukan sosialisasi kepada pengelola hotel dan restoran terkait aturan yang berlaku di masing-masing daerah. Koordinasi dengan aparat keamanan dilakukan untuk memastikan perayaan tahun baru berjalan tertib.

“Kami komunikasikan hal-hal teknis, seperti pembatasan penggunaan kembang api dan aturan lainnya, agar seluruh kegiatan tetap aman dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.