Selamatkan Mata Air Umbul Gemulo, Pemkot Batu Siapkan Akuisisi Lahan Rp 18 Miliar

oleh -167 Dilihat
IMG 20260430 WA0018 1
Jernihnya sumber mata air Umbul Gemulo, Kota Batu. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengambil langkah tegas dalam menyelamatkan krisis penurunan debit mata air yang semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi sekadar wacana, Pemkot kini mematangkan aksi konkret berupa konservasi terpadu hingga rencana akuisisi lahan strategis senilai Rp 17-18 miliar di kawasan Umbul Gemulo.

Lahan tersebut akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus kawasan resapan permanen guna melindungi sumber air dari ancaman eksploitasi dan alih fungsi lahan. Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan kondisi saat ini sudah darurat dan membutuhkan langkah nyata.

“Ini bukan lagi soal konsep. Penurunan debit air sudah terjadi dan terasa di sejumlah titik, termasuk Umbul Gemulo. Kita tidak bisa diam. Ini menyangkut masa depan ekosistem dan kebutuhan air masyarakat,” tegas Heli, Kamis (30/4).

Pemkot Batu mencatat penyusutan debit mata air dipicu oleh perubahan fungsi lahan di kawasan hulu serta tingginya eksploitasi sumber air. Kondisi ini mempercepat degradasi lingkungan dan mengancam keberlanjutan pasokan air di wilayah Malang Raya.

Sebagai dasar kebijakan, Pemkot Baru akan menggunakan data 273 titik mata air hasil inventarisasi komunitas Sabers Pungli (Sapu Bersih Nyemplung Kali). Data tersebut akan diverifikasi ulang untuk memastikan pemetaan yang akurat, mulai dari sumber utama hingga titik rembesan.

Heli juga secara tegas memerintahkan seluruh perangkat daerah untuk bekerja terpadu. Ia menyoroti selama ini masih adanya ego sektoral yang menghambat penanganan lingkungan. “Tidak boleh ada lagi ego sektoral. DLH dan PUPR harus satu langkah. Ini urusan hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Selain intervensi pemerintah, Pemkot Batu juga menggerakkan masyarakat melalui Kelompok Tani Hutan (KTH). Program perhutanan sosial akan difokuskan pada penanaman vegetasi yang mampu menyerap air, namun tetap memberikan nilai ekonomi bagi warga. “Konservasi harus jalan, tapi masyarakat juga harus sejahtera. Kita cari titik seimbang antara ekologi dan ekonomi,” jelas Heli.

Rencana akuisisi lahan di Umbul Gemulo menjadi langkah paling strategis. Termasuk di dalamnya kawasan yang sebelumnya sempat menjadi polemik pembangunan Hotel The Rayja.
Jika berhasil diambil alih, Pemkot Batu akan mengunci kawasan tersebut sebagai zona lindung resapan air yang tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.

Pemkot juga membuka peluang kolaborasi pendanaan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur jika anggaran daerah tidak mencukupi.
“Kalau perlu sharing anggaran dengan provinsi. Karena air di Batu ini bukan hanya untuk Batu, tapi juga berdampak luas di Jawa Timur,” tandasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.