KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Mojotirto Festival sekaligus Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Piala Gubernur Jawa Timur di Taman Bahari Majapahit pada Sabtu (18/4).
- Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara olahraga, budaya, dan pariwisata yang melibatkan berbagai daerah di Jawa Timur.
Selain perlombaan dayung, acara juga dimeriahkan dengan kirab budaya yang diikuti para duta wisata dari sejumlah kabupaten/kota, seperti Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, hingga Kota Mojokerto.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, mengatakan kegiatan ini menghadirkan nuansa sejarah yang kental dengan menghadirkan unsur budaya khas Majapahit. Ia menilai, konsep yang menggabungkan budaya, pariwisata, dan olahraga ini menjadi kekuatan unik yang tidak dimiliki daerah lain.
“Ini menjadi sesuatu yang baik untuk terus dikembangkan bersama. Kita melihat kolaborasi luar biasa antara budaya, pariwisata, olahraga, hingga potensi bahari yang dimiliki Kota Mojokerto,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antar daerah juga menjadi kunci dalam membangun potensi Jawa Timur secara keseluruhan. Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat melibatkan peserta dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan dua kegiatan dalam satu waktu merupakan bagian dari peringatan Hari Air Sedunia yang sempat tertunda karena bertepatan dengan Lebaran.
“Kami menggabungkan dua acara ini agar lebih efisien sekaligus memberikan dampak maksimal, terutama bagi pelaku UMKM,” katanya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga pedagang kaki lima. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, event serupa mampu menghasilkan omzet hingga Rp1 miliar dalam satu pekan.
“Kegiatan ini akan kami evaluasi untuk melihat sejauh mana dampaknya terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Rachman juga menekankan bahwa Kota Mojokerto memiliki potensi besar karena secara geografis dikelilingi tujuh aliran sungai. Hal ini menjadi kekuatan tersendiri untuk mengembangkan konsep wisata berbasis air di kawasan bekas pusat Kerajaan Majapahit tersebut.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Pemkot Mojokerto optimistis kegiatan ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. (*)







