Kota Mojokerto Genjot Budaya Inovasi, dari 27 Jadi 276 dalam 5 Tahun

oleh -316 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 20 at 12.26.19 PM
Wali Kota Mojokerto Ning Ita saat memberikan penghargaan Mojo Indah 2026 (Ist)

KabarBaik.co, Mojokerto – Pemkot Mojokerto menggelar Penganugerahan Lomba Mojo Indah 2026 dan Evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025 di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat.

Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan budaya inovasi di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan Kota Mojokerto pernah berada di kategori kurang dalam penilaian indeks inovasi daerah pada 2021 dengan nilai 62. Saat itu, inovasi yang tercatat di aplikasi Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri hanya berjumlah 27 inovasi.

“Waktu itu kita baru pertama kali belajar memahami seperti apa inovasi dan apa pentingnya inovasi daerah. Dari situlah kemudian tahun 2022 kita menggagas Mojo Indah untuk memberikan motivasi sekaligus menggait SDM-SDM inovatif dan kreatif yang sebenarnya potensinya sangat besar,” kata Ning Ita, Rabu (20/5)

Menurutnya, pelaksanaan Mojo Indah secara konsisten sejak 2022 berhasil mendorong peningkatan jumlah inovasi daerah secara signifikan. Hingga 2026, inovasi yang terdaftar di aplikasi IGA Kemendagri mencapai 276 inovasi atau naik 31 inovasi dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 245 inovasi.

Ning Ita menegaskan penilaian inovasi tidak hanya dilihat dari jumlah program yang dibuat, tetapi juga dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang dilihat bukan banyaknya inovasi, tetapi dampak manfaatnya. Banyak inovasi tetapi tidak berdampak tentu tidak akan diakui sebagai daerah inovatif,” tegasnya.

Ia menyebut Kota Mojokerto harus membangun daya saing melalui kualitas sumber daya manusia karena tidak memiliki sumber daya alam yang besar.

“Kita memang tidak memiliki sumber daya alam yang besar. Tetapi kita harus optimis karena kita punya SDM unggul dan potensial. Tinggal bagaimana pemerintah bersinergi dengan heksahelik untuk memfasilitasi lahirnya kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ning Ita meminta seluruh perangkat daerah dan masyarakat terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab kebutuhan publik dan mendukung pembangunan daerah.

“Tanpa inovasi, kita hanya bekerja business as usual dan tentu tidak akan memiliki daya saing. Padahal visi Kota Mojokerto adalah menjadi kota yang berdaya saing,” tambahnya.

Selain pemberian penghargaan kepada para pemenang Mojo Indah 2026, kegiatan tersebut juga diisi penguatan dan evaluasi inovasi daerah oleh Yusharto Huntoyungo.

Berikut daftar pemenang Mojo Indah 2026:

Kategori Perangkat Daerah

Juara I: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto melalui inovasi SITI PINTER (Sinau TI Kota Mojokerto)

Juara II: UPT SMP Negeri 3 Kota Mojokerto dengan inovasi SUMPAH 3 MPU (Sistem Pengumpulan Sampah SMPN 3 Mojokerto)

Juara III: Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Mojokerto melalui inovasi SEMERAP (Sistem Pemetaan Geografis Pajak Daerah)

Kategori Masyarakat

Juara I: Muhammad Setio Budi dkk melalui inovasi MBG WATCH (Monitoring and Reporting System for Free Nutritious Meals)

Juara II: Arya Satya Maheswara dengan inovasi SIDIK LANTAS (Sistem Deteksi Kecelakaan Lalu Lintas)

Juara III: Edgar Primavy Fermata melalui inovasi MOJO PANGAN, platform digital penyelamat makanan berlebih berbasis partisipasi masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.