KabarBaik.co, Mojokerto– Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita turun langsung menyosialisasikan Program Beasiswa Sarjana Talenta Berprestasi (Pro Bestari) 2026 di tiga kelurahan, yakni Surodinawan, Mentikan, dan Meri. Langkah jemput bola ini dilakukan agar informasi beasiswa menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ning Ita mengatakan, sosialisasi secara langsung melengkapi penyebaran informasi yang selama ini dilakukan melalui surat resmi dan media sosial. Dengan begitu, mahasiswa asal Kota Mojokerto diharapkan tidak melewatkan kesempatan mengikuti program beasiswa tersebut.
Menurutnya, Pro Bestari telah berjalan selama enam tahun sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
“Meski pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan mengelola perguruan tinggi, kami memiliki tanggung jawab meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, salah satunya melalui indeks pendidikan. Karena itu kami ingin semakin banyak warga Kota Mojokerto bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana,” ujar Ning Ita dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Pada 2026, Pemkot Mojokerto mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mendukung program tersebut. Mahasiswa yang lolos seleksi akan menerima bantuan sebesar Rp3,6 juta setiap semester.
Bantuan itu ditujukan untuk membantu meringankan biaya hidup mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
“Yang sering menjadi beban orang tua bukan hanya biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup anak selama kuliah. Program ini kami hadirkan untuk membantu meringankan beban tersebut,” katanya.
Pendaftaran Beasiswa Pro Bestari 2026 dibuka mulai 1 Agustus 2026. Informasi mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui media sosial Dispora maupun Pemerintah Kota Mojokerto.
Selain Pro Bestari, Pemkot Mojokerto juga bekerja sama dengan BAZNAS Kota Mojokerto menghadirkan program beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut telah berjalan selama empat tahun sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi.
Ning Ita pun mengajak masyarakat ikut menyebarluaskan informasi tersebut agar semakin banyak warga Kota Mojokerto dapat memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.






