Sentuhan Multinasional di SDN Purwosari, Menatap Masa Depan Pendidikan Berwawasan Lingkungan

oleh -190 Dilihat
sekolah lestari
Sekolah Lestari tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perubahan perilaku, penguatan kapasitas guru, serta tumbuhnya kepedulian siswa terhadap lingkungan,

KabarBaik.co, Pasuruan — Suasana di SDN Purwosari 3, Kabupaten Pasuruan, mendadak riuh dan penuh warna. Lantunan seni tradisional yang dibawakan dengan apik oleh jemari mungil siswa-siswi menyambut hangat kedatangan para tamu undangan. Hari itu bukan hari biasa; sebuah langkah nyata untuk masa depan bumi dan pendidikan anak-anak Pasuruan baru saja dimulai lewat kickoff Program Sekolah Lestari.

Program ini digawangi oleh Yayasan Blue SEED Indonesia yang bergandengan tangan dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Menariknya, gerakan ini juga memikat perhatian dunia internasional. Dukungan penuh mengalir dari dua lembaga besar asal Korea Selatan, yaitu Chorogusan for Children dan KT&G Social Welfare Foundation. Sinergi lintas negara ini menjadi bukti bahwa urusan mencetak generasi yang peduli lingkungan adalah tanggung jawab global. Untuk tahap awal, SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3 dipilih menjadi penerima manfaat utama.

Bagi Blue SEED Indonesia, jejak kebaikan ini bukanlah yang pertama. Setahun sebelumnya, tepatnya pada 2025, yayasan ini sukses menancapkan kontribusinya lewat Program Sekolah Pesisir di Trenggalek. Sukses membawa perubahan di pesisir, kini semangat kolaborasi itu dibawa ke Pasuruan dengan skala yang lebih luas dan dampak yang lebih mendalam.

Ada satu hal yang membuat Program Sekolah Lestari ini terasa berbeda dan segar. Program ini sama sekali tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai. Alih-alih menyodorkan dana, mereka memilih pendekatan yang jauh lebih berkelanjutan: revitalisasi fasilitas sekolah, peningkatan kapasitas guru dan siswa, pendampingan yang intens, hingga bantuan teknis yang terintegrasi.

Tujuannya jelas, yakni mengubah wajah sekolah secara menyeluruh. Tidak hanya memoles fisik bangunan, tetapi juga menumbuhkan budaya belajar yang lebih sehat, aman, hijau, dan nyaman bagi anak-anak.

Direktur Yayasan Blue SEED Indonesia, Agus Jaenudin, menegaskan bahwa Sekolah Lestari dirancang sebagai sebuah ekosistem. Pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku.

“Sekolah Lestari tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perubahan perilaku, penguatan kapasitas guru, serta tumbuhnya kepedulian siswa terhadap lingkungan,” ujar Agus, Kamis (21/5).

Ia juga berharap proyek di Pasuruan ini bisa menjadi pemantik dan contoh nyata bagaimana pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional bisa duduk bersama demi pendidikan yang berkelanjutan.

Puncak acara hari itu ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyuni, M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Ketukan simbolis tersebut menjadi penanda resmi dimulainya renovasi dan pembenahan di sekolah.

Lewat Program Sekolah Lestari, sebuah harapan besar sedang digantungkan. Sekolah kini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca buku dan menghitung angka, melainkan laboratorium hidup tempat generasi masa depan ditempa menjadi pribadi yang adaptif, mencintai lingkungan, dan siap menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.