Setahun Jilid II, Ning Ita Klaim IPM Kota Mojokerto Naik dan Kemiskinan Turun Tajam

oleh -33 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 24 at 9.22.21 AM 1
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Pemkot Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan periode kedua Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, berbagai program prioritas digulirkan dengan berpedoman pada Panca Cita sebagai arah pembangunan daerah.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menyebut pembangunan di Kota Onde-onde tidak bisa dijalankan pemerintah sendirian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha hingga seluruh pemangku kepentingan.

“Pembangunan di Kota Mojokerto tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Ini kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh warga,” ujar Ning Ita dalam keterangannya Selasa (24/2).

IPM Tembus 82,35

Di sektor pendidikan, Pemkot Mojokerto masih mempertahankan program sekolah gratis, beasiswa bagi pelajar berprestasi dan kurang mampu, hingga penguatan karakter lewat sekolah Adiwiyata.

Hasilnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto naik menjadi 82,35 dari sebelumnya 81,76 dan masuk kategori tinggi.

Menurut Ning Ita, kenaikan IPM menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.

“IPM yang terus meningkat menunjukkan investasi di bidang pendidikan dan kesehatan berada di jalur yang benar. Ini bekal utama mencetak generasi unggul,” katanya.

UHC Naik Status, Stunting Turun 1,07 Persen

Di bidang kesehatan, Pemkot Mojokerto meraih CKG Award serta meningkatkan status Universal Health Coverage (UHC) dari Madya menjadi Utama. Layanan kesehatan juga diperkuat dengan operasional Puskesmas Kedundung selama 24 jam.

Tak hanya itu, prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 1,07 persen. Dampaknya, Usia Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 76,31 tahun dari sebelumnya 75,99 tahun.

UMKM Didorong, Kemiskinan Turun Jadi 5,05 Persen

Pada sektor ekonomi, sejumlah program pemberdayaan digelar. Mulai dari Mojo Shop Fiesta, pendampingan dan pelatihan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal, PIRT dan TKDN, pelatihan kerja berbasis kompetensi, hingga Mojo Entrepreneurship Camp 2025.

Upaya tersebut berdampak pada turunnya angka kemiskinan menjadi 5,05 persen. Indeks Gini juga turun dari 0,355 menjadi 0,298.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan merata. Penurunan Indeks Gini menjadi sinyal positif bahwa kesenjangan semakin menyempit,” jelasnya.

Indeks Pelayanan Publik Naik, Siskamling Diaktifkan

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Indeks Pelayanan Publik Kota Mojokerto naik menjadi 4,67. Ning Ita menegaskan reformasi birokrasi harus terus berjalan agar pelayanan makin cepat, transparan dan responsif.

“Pelayanan publik harus adaptif dan inovatif. Kenaikan indeks ini jadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” imbuhnya.

Di bidang ketentraman dan ketertiban umum, kegiatan siskamling kembali diaktifkan untuk memperkuat keamanan lingkungan. Program RT Berseri juga digulirkan guna mendorong terciptanya lingkungan yang nyaman sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Dengan siskamling, kita perkuat kebersamaan dan menciptakan lingkungan kondusif,” tegasnya.

Ning Ita memastikan, pada tahun-tahun berikutnya fokus pembangunan tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

“Panca Cita bukan sekadar visi, tapi komitmen yang kami jalankan secara konsisten demi manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.