KabarBaik.co, Nganjuk — Kesiapsiagaan dan respons cepat Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk Pos Tanjunganom kembali menggagalkan potensi bencana besar yang mengancam kawasan permukiman warga pada Senin (17/8).
“Yang terbakar itu rumpun bambu (barongan) yang berada tepat di belakang rumah warga bernama Sindy Raya Putri, di Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom,” ungkap Kepala Damkarmat Nganjuk, Imam Ashari.
Peristiwa menegangkan tersebut bermula sekitar pukul 11.18 WIB. Saat itu, Ida seorang guru warga setempat, baru saja pulang dari sekolah untuk beristirahat.
Dari dalam rumahnya, ia mendadak dikagetkan oleh suara ledakan misterius. Ketika mengecek ke area belakang rumah, ia mendapati rumpun bambu sudah dilalap si jago merah.
Tanpa buang waktu, ia langsung meminta bantuan tetangga dan segera melapor ke Pos Damkarmat Tanjunganom.
“Kebakaran itu sangat berpotensi merembet ke pemukiman warga, karena memang jaraknya dekat. Beruntung warga sigap langsung menghubungi Pos Damkar Tanjunganom,” jelas Imam.
Menerima laporan darurat tersebut, armada O5 bersama Regu Damkarmat Pos Tanjunganom yang dipimpin oleh Budi langsung meluncur cepat ke lokasi kejadian.
Bersama warga sekitar, petugas bahu-membahu melakukan lokalisasi serta pemadaman titik api agar kobaran tidak menjangkau rumah-rumah di kawasan padat penduduk tersebut.
“Alhamdulillah, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu kurang lebih satu jam,” tutur Imam Ashari.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Keberhasilan penanganan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi yang tanggap antara warga dan petugas lapangan dalam mengantisipasi bahaya kebakaran.
“Melalui kerja sama seluruh pihak yang cepat, profesional, dan didukung kemampuan Tim Damkarmat Nganjuk, kami berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai ancaman kebakaran,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kesadaran lingkungan menjadi kunci utama pencegahan bencana serupa di masa mendatang.
“Edukasi dan kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkas Imam Ashari.








