KabarBaik.co – Proyek revitalisasi Alun-alun Merdeka Malang telah rampung 100 persen. Pekerjaan fisik selesai pada Selasa (20/1) lalu dan telah dilakukan pengecekan bersama oleh perencana, pengawas, Bank Jatim, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan Alun-alun Merdeka akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Tidak hanya sekadar dibuka kembali untuk publik, kawasan ini juga disiapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata heritage terpadu Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa secara fisik pekerjaan revitalisasi telah selesai sesuai kontrak. Saat ini, tinggal dilakukan tahap pembersihan dan finishing ringan sebelum resmi dibuka. “Ini sudah selesai, tinggal pembersihan dan finishing beberapa bagian. Sesuai informasi dari Bank Jatim, tanggal 20 sudah selesai. Akhir Januari nanti akan kita resmikan,” ujar Wahyu, Kamis (22/1).
Ia menuturkan, wajah baru Alun-alun Merdeka kini tampil lebih menarik, salah satunya dengan kehadiran air mancur yang dilengkapi lampu warna-warni. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata heritage Kota Malang. “Kami ingin mengoptimalkan potensi sejarah dan heritage yang ada di sekitar Alun-alun Merdeka menjadi satu kawasan terpadu,” jelasnya.
Menurut Wahyu, kawasan heritage terpadu nantinya akan mencakup Alun-alun Merdeka, Kayutangan, Splendid, eks Pasar Senggol, Balai Kota Malang, Tarekot, hingga Stasiun Kota Baru. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi perjalanan panjang Kota Malang.
Penataan kawasan terpadu ini juga diharapkan mampu menjawab persoalan klasik, seperti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir yang masih semrawut. “Saya melihat kawasan potensial untuk penataan PKL ada di belakang Splendid, Pasar Burung, dan Pasar Bunga. Saya ingin menghidupkan kembali pasar senggol dengan tetap mempertahankan bangunan heritage, termasuk sekolah peninggalan Belanda di kawasan itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang membenarkan bahwa pekerjaan fisik revitalisasi Alun-alun Merdeka telah rampung 100 persen. Konsep yang diusung dalam revitalisasi ini adalah kawasan ramah anak dan keluarga. “Pekerjaan sudah 100 persen. Sekarang tinggal pembersihan dari sisa-sisa kegiatan pekerjaan sampai nanti menjelang pembukaan,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil rapat bersama yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Malang, Alun-alun Merdeka Malang direncanakan dibuka untuk umum pada 28 Januari 2026. “Rencana awal tanggal 28 Januari, tinggal nanti pagi, siang, sore, atau malam menyesuaikan jadwal wali kota yang kebetulan juga ada agenda di Jakarta,” jelas Raymond.
Ia menambahkan, salah satu fokus utama revitalisasi adalah perbaikan area bermain anak. Tingginya antusias pengunjung keluarga menjadi alasan utama penguatan konsep ramah anak. “Sekitar 80 persen pengunjung Alun-alun Merdeka adalah keluarga yang membawa anak-anak. Karena itu konsepnya kami arahkan ramah anak, dengan perbaikan playground dan penambahan dry fountain atau air mancur terbuka untuk bermain,” terangnya.
Selain itu, kawasan juga akan dibuat lebih bersih dan nyaman melalui penambahan tempat sampah serta pengaturan area khusus merokok. “Untuk pengunjung yang merokok sudah kami sediakan tempat tertentu, tidak di tengah alun-alun,” ujarnya.
Terkait rencana pengembangan wisata heritage terpadu, Raymond menegaskan Pemkot Malang menyambut baik gagasan tersebut, namun tetap akan melakukan kajian mendalam sebelum direalisasikan. “Kajian itu termasuk penataan PKL dan sentra kuliner. Kita perlu memetakan wilayah strategis serta melihat keinginan dan antusiasme masyarakat,” tandasnya. (*)







