KabarBaik.co – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tembok Dukuh, Surabaya, Rabu (11/6), untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar. Kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan pangan tetap aman dan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, saya datang langsung ke Pasar Tembok dan berdialog dengan pemilik toko beras, Bu Ria. Harganya cukup bagus, yakni beras curah Rp 12.900 per kilogram. Ini menunjukkan suplai beras masih baik. Meski begitu, kami mendapati daerah lain yang menjual hingga Rp 14.000,” ujar Mentan Andi Amran.
Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan harga beras mengalami kenaikan. “Stok kita banyak, produksi juga mencukupi. Kami imbau pedagang untuk mengikuti cara Ibu Ria dalam menjaga harga tetap wajar,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang turut mendampingi sidak tersebut, menyampaikan bahwa Jawa Timur adalah salah satu wilayah andalan dalam produksi gabah kering giling (GKG) nasional.
“Target produksi gabah dari 9,4 juta ton meningkat menjadi 12,6 juta ton dan telah tercapai. Ini memungkinkan Jawa Timur tidak hanya surplus, tetapi juga mampu menjaga stabilitas harga beras,” jelas Adhy.
Ia menambahkan bahwa hasil sidak sampling menunjukkan harga beras di Pasar Tembok relatif stabil. “Beras medium dengan HET Rp 12.500 dijual Rp 12.900 di sini. Di provinsi lain, ada yang mencapai Rp 13.500 hingga Rp 14.000,” ungkapnya.
Adhy memastikan distribusi dan suplai beras akan terus dijaga agar masyarakat tetap dapat membeli beras dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Ria, pemilik CV Putera Jawa Indah di Pasar Tembok, mengungkapkan bahwa harga beras mulai normal setelah lebaran. “Beras medium dijual Rp 12.900 per kilogram, sedangkan kualitas premium berkisar antara Rp 14.500 hingga Rp 14.600 per kilogram. Dalam sehari, saya bisa menjual hingga 10 ton beras,” ujar Ria.
Sebagai informasi, produksi padi di Jawa Timur telah mencapai target pusat sebesar 12,6 juta ton GKG, memastikan wilayah tersebut tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional.






