Simbol Harmonisasi, Banyuwangi Kembali Gelar Festival Patrol

Reporter: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra
oleh -51 Dilihat
Sejumlah remaja memainkan musik patrol.(ikhwan)

KabarBaik.co – Di momen Ramadan 1445 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Patrol dan Kundaran, Senin (25/3) malam.

Seni musik dengan bambu yang identik untuk membangunkan sahur itu kembali tampil memeriahkan Ramadan di Bumi Blambangan.

Meski diguyur hujan festival patrol yang berlangsung di halaman stadion Diponegoro Banyuwangi ini berlangsung meriah.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan ratusan masyarakat bertahan meskipun hujan deras malam itu.

“Hujan ini semoga menjadi keberkahan bagi kita semua,” kata Ipuk.

Baca juga:  Banyuwangi Miliki Masterplan Pengelolaan Sampah Daerah Hingga 20 Tahun Mendatang

Setiap grup tidak hanya memainkan alunan musik bambu yang khas. Masing-masing grup patrol juga menyajikan aransemen tari dan syair-syair religi yang syarat puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.

Total ada 10 grup yang tampil dalam festival ini. Masing-masing 5 grup untuk kelompok patrol dan 5 grup untuk kelompok kundaran.

Mereka adalah kelompok terbaik yang terpilih setelah berhasil mengalahkan grup lain dari 25 kecamatan di Bumi Blambangan.

Ipuk mengatakan bagi masyarakat Banyuwangi seni patrol dan kundaran adalah budaya yang melekat dengan bulan suci Ramadan.

Baca juga:  Target Seminggu Tuntas, Sub Pin Polio Putaran Kedua di Banyuwangi SasarĀ 180.641 Anak

Dahulu, patrol menjadi sarana untuk membangunkan sahur, sarana informasi komunikasi maupun sarana siar islam bagi masyarakat Banyuwangi.

“Melalui festival, Banyuwangi ingin nguri-nguri budaya lokal ini dengan cara unik dan menarik,” terang Ipuk.

Selain sebagai hiburan masyarakat, Ipuk berharap festival ini juga dapat menjadi pesan moral. Menurut Ipuk, kesenian lokal juga berperan dalam merajut keharmonisan antar masyarakat. Dalam seni patrol misalnya, tercermin rasa saling peduli dan guyub rukun.

Baca juga:  Gotong Royong Tangani Kemiskinan, Ribuan ASN Banyuwangi Jadi Orang Tua Asuh Keluarga Miskin

“Pesan moral dari musik patrol ini adalah kolaborasi, rasa saling peduli dan guyub rukun. Kami berharap seni ini tetap lestari dan bisa terus dimainkan oleh lintas generasi,” tandasnya.

Sebagai informasi, pasca pementasan dalam festival ini kelompok patrol sedianya melakukan atraksi berkeliling melintasi jalanan kota Banyuwangi.

Dikarenakan hujan deras, atraksi itu pun gagal dilaksanakan. Kelompok patrol hanya tampil di panggung. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.