Siswa SMK di Bojonegoro Dipukul Guru Pakai Stik Drum, Keluarga Lapor Polisi

oleh -296 Dilihat
Punggung korban pemukulan oknum guru di Bojonegoro (istimewa)

KabarBaik co – Seorang siswa SMK Diponegoro Bojonegoro berinisial SW diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum guru. Akibat kejadian tersebut, SW mengalami luka memar di bagian punggung setelah diduga dipukul menggunakan stik drum karena tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, pada Senin (27/1).

Salah satu anggota keluarga korban, Khalimatus Sa’diyah, mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat adiknya baru kembali masuk sekolah setelah beberapa hari tidak hadir akibat kecelakaan lalu lintas.

“Pada hari Rabu, saat mau berangkat sekolah, adik saya disrempet motor. Besoknya tidak masuk sekolah dan sudah izin ke wali kelas,” ujar Khalimatus Sa’diyah, Selasa (27/1).

Menurut Sa’diyah, ketika kembali masuk sekolah, SW justru mendapatkan hukuman berdiri. Saat hendak menjalani hukuman tersebut, tangan SW yang masih dalam kondisi sakit dipukul oleh guru hingga membuatnya terjatuh.

“Waktu mau berdiri lagi, adik saya dipukul lagi. Mukulnya pakai stik drum,” katanya.

Usai kejadian itu, SW memilih pulang ke rumah dan diantar oleh lima guru dari SMK Diponegoro, termasuk guru yang diduga melakukan pemukulan. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan terkait alasan tindakan tersebut.

“Ibu saya spontan menangis mengetahui anaknya dipukul di sekolah. Pihak guru hanya meminta maaf, tanpa memberikan penjelasan apa pun,” tuturnya.

Sa’diyah juga menyampaikan bahwa adiknya memiliki keterbatasan fisik sejak lahir karena dilahirkan secara prematur. Kondisi tersebut, kata dia, telah disampaikan orang tua kepada pihak sekolah sejak awal pendaftaran.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Bojonegoro–Tuban, Hidayat Rahman, membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan oleh oknum guru di SMK Diponegoro. Pihaknya mengaku telah menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami telah menugaskan pengawas dan Kasi SMK untuk berkoordinasi dan melakukan pengecekan langsung ke SMK Diponegoro,” ujar Hidayat.

Ia menegaskan bahwa meskipun SMK berada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan, sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan. Hingga kini, pihaknya masih mendalami status oknum guru yang diduga melakukan tindakan kekerasan.

“Kami sangat tidak membenarkan kejadian tersebut. Guru boleh memberikan sanksi, tetapi harus bersifat mendidik, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Purwosari AKP Subeki. Ia membenarkan bahwa pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Polsek Purwosari.

“Ya, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman,” ujar Subeki singkat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.