KabarBaik.co – Kantor Madas di Jalan Raya Darmo, Surabaya, telah disegel polisi. Suasana saat ini terpantau masih dalam penjagaan ketat aparat kepolisian hingga Jumat (16/1) siang.
Penjagaan ini merupakan buntut dari penyelidikan kasus dugaan mafia tanah yang tengah ditangani pihak berwajib.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sejumlah kendaraan operasional kepolisian disiagakan tepat di depan kantor Madas. Terlihat deretan sepeda motor patroli serta satu unit truk pengangkut personel yang parkir di bahu jalan, menandakan pengamanan masih menjadi prioritas di area tersebut.
Selain pengerahan personel, seluruh akses masuk ke kantor MADAS telah dipasangi garis polisi (police line).
Sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak luar yang masuk ke dalam area kantor selama proses penyelidikan berlangsung.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penutupan kantor dan penjagaan ini akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian pengumpulan bukti dan penyidikan terkait kasus mafia tanah dinyatakan selesai.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Darmo terpantau lancar, meski keberadaan kendaraan polisi cukup menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Sebelumnya, kantor Madas di Jalan Raya Darmo Surabaya disegel polisi. Penyegelan dilakukan menyusul adanya tiga laporan polisi (LP) terkait dugaan praktik mafia tanah, pemalsuan dokumen, hingga perusakan properti.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan bahwa objek tersebut kini dalam penguasaan penuh pihak kepolisian demi kepentingan penyidikan.
“Benar, saat ini statusnya tidak boleh ada pihak lain yang memasuki rumah tersebut karena sudah dikuasai kepolisian dalam rangka penyidikan. Kami tengah mendalami laporan terkait dugaan dokumen palsu dan masuk ke pekarangan orang lain dengan cara merusak,” ujar Edy, Kamis (15/1). (*)









