Sosok Nanik S Deyang: Dari Bau Tinta Koran Asal Madiun, Kini ke Pengendali Gizi Bangsa

oleh -141 Dilihat
NANIK S DEYANG
Nanik S Deyang (BGN)

KabarBaik.co, Jakarta- Perjalanan hidupnya seperti sungai yang mengalir panjang nan jauh. Tak pernah berhenti mengukir jalur baru. Dan, demikian itulah sosok Nanik Sudaryati Deyang adalah salah satunya.

Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik tumbuh di kota kecil yang tenang. Tapi jiwa mudanya tak mau diam. Ia mulai meniti karir sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, bagian dari Kompas Gramedia Group, sekitar akhir 1980-an.

Di ruang redaksi yang penuh denting mesin ketik ketika itu, Nanik tentu belajar banyak. Melihat langsung wajah kemiskinan, mendengar keluh kesah rakyat kecil, dan menulis dengan tajam soal isu sosial, politik, ekonomi, hingga gaya hidup.

Dunia pers tak hanya mengasah otaknya. Tapi juga keberaniannya. Nanik tak puas hanya menulis. Ia ingin membangun. Maka ia mendirikan dan memimpin Kelompok Media Peluang (KMP). Di bawah kepemimpinannya lahir berbagai terbitan yang cukup dikenal. Majalah Femme untuk perempuan, Info Kecantikan, Info Kuliner, tabloid politik The Politic, Peluang Usaha, Info Waralaba, dan beberapa lagi.

Nanik juga tercatat pernah memimpin majalah Prospektif, terlibat di MNC Media, serta memegang posisi penting seperti Pemimpin Umum, Direktur Utama, dan Komisaris di berbagai media cetak.

Pendidikan formalnya pun tak main-main. Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), lalu melanjutkan S2 Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ilmu alam dan lingkungan yang dipelajari rupanya memberi fondasi kuat saat terjun ke isu-isu kemanusiaan.

Nanik aktif di dunia sosial sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), yang fokus memberdayakan perempuan, anak-anak, dan kelompok miskin. Ada juga kiprahnya di Save Indonesia dan Jaringan Merah Putih.

Lalu datang babak politik yang tampaknya mengubah arah hidupnya. Jejak panjangnya itu yang membuat akses ke tokoh penting menjadi terbuka. Tahun 2019, Nanik menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Indonesia Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno. Kerja keras, dedikasi, dan visi yang sama membuat ia semakin dekat dengan Prabowo.

Ketika Prabowo terpilih sebagai Presiden pada 2024, pintu kesempatan terbuka lebar bagi Nanik. Pada 22 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Tidak lama, 12 Juni 2025, dia juga diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Kemudian, 17 September 2025,  putar haluan menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus Ketua Pelaksana Harian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jabatan ini membuatnya fokus pada komunikasi publik dan investigasi.

Dan, pada 2 Juni 2026, Nanik belakangan resmi diangkat Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Dadan Hindayana, yang diangkat Joko Widodo saat menjadi Presiden pada 19 Agustus 2024 lalu.

Perjalanan tersebut terbilang luar biasa. Dari meja redaksi yang penuh deadline, Nanik kini duduk di meja strategis yang menentukan gizi jutaan anak Indonesia dan juga ibu-ibu.

Mungkin banyak yang bertanya, mengapa seorang jurnalis senior dengan latar biologi dan kehutanan dipercaya memimpin urusan gizi? Jawabannya sederhana. Nanik membawa sesuatu yang jarang dimiliki teknokrat murni. Kemampuan komunikasi publik yang tajam, naluri investigasi yang kuat, dan empati mendalam terhadap rakyat kecil yang sudah diasah puluhan tahun di dunia pers. Mungkin itu kira-kira demikian jawabannya.

Yang jelas, selama di BGN, Nanik tak segan menyampaikan permintaan maaf publik saat ada masalah, menekankan transparansi, dan mendorong perbaikan program MBG. Nanik tahu betul, gizi bukan hanya soal makanan, tapi juga soal kepercayaan masyarakat.

Nanik S. Deyang adalah bukti hidup bahwa karier tak harus lurus seperti rel kereta. Bisa melengkung, melompat, bahkan berbelok tajam, asal tetap punya akar yang kuat. Integritas, kerja keras, dan kepedulian pada sesama.

Rasanya, harapan publik tanah air padanya adalah teruslah mengalir seperti sungai. Semoga di tangan nakhoda baru BGN, generasi anak bangsa tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih berdaya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang anak-anaknya terpenuhi gizinya. Itu harapan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.