Stok Aman 14 Bulan, Bulog Jatim Pastikan Pasokan Pangan Stabil Jelang Ramadan dan Lebaran

oleh -167 Dilihat
bulog
Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu.

KabarBaik.co – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan kesiapan penuh dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dengan stok beras mencapai 796 ribu ton, Bulog Jatim menegaskan ketersediaan pangan di wilayah ini berada dalam kondisi aman dan terkendali hingga 14 bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu, menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan yang digelar di Kantor Perum Bulog Kanwil Jatim. Ia menegaskan, Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki peran strategis, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menopang pasokan pangan nasional.

“Untuk kesiapan menjelang Ramadan dan Lebaran, kami sangat siap. Stok beras Bulog Jawa Timur saat ini mencapai 796 ribu ton, dan itu cukup untuk kebutuhan sekitar 14 bulan ke depan,” ujar Langgeng, Selasa (27/1).

Selain menjaga stok, Bulog Jatim juga terus mengintensifkan penyerapan hasil panen petani. Sejak 17 Januari, Bulog mulai menyerap gabah dan beras dari petani di seluruh Jawa Timur. Hingga saat ini, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 34 ribu ton setara beras, yang terdiri dari 17 ribu ton beras dan 17 ribu ton jagung. Tak hanya itu, penyerapan jagung pun terus berlanjut dengan capaian hampir 4.000 ton hingga akhir Januari.

Langgeng menilai langkah ini bukan hanya untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap petani agar hasil panen terserap dengan baik. “Kami ingin memastikan petani tetap mendapatkan kepastian pasar, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” tuturnya.

Upaya Bulog Jatim dalam menyerap hasil panen ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi sektor peternakan, khususnya dalam menjaga ketersediaan pakan berbasis jagung. Dengan pasokan yang terjaga, pengendalian inflasi pangan di Jawa Timur pada tahun ini diyakini akan berjalan lebih baik.

Dalam menjaga stabilitas harga, Bulog Jatim secara rutin berkoordinasi dengan Satgas Pangan. Pemantauan harga dilakukan secara berkala, termasuk melalui forum komunikasi mingguan yang digelar setiap Kamis. Dari hasil pemantauan terakhir, Langgeng memastikan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur masih relatif stabil. “Alhamdulillah, sampai kemarin harga-harga masih terpantau stabil dan berada di bawah harga eceran tertinggi,” katanya.

Selain beras, Bulog Jatim juga mendapat penugasan untuk mendistribusikan minyak goreng rakyat sesuai kebijakan terbaru Kementerian Perdagangan. Secara nasional, Bulog memperoleh kuota sekitar 28 juta liter, atau sekitar 35 persen dari total kuota nasional. Untuk Jawa Timur, distribusi minyak goreng telah berjalan lancar dan menjangkau hampir seluruh kabupaten dan kota, terutama pasar-pasar tradisional.

“Kami bisa langsung melakukan intervensi karena skema distribusi SPHP dibuka sepanjang tahun. Jadi tidak hanya saat Ramadan, tetapi kapan pun dibutuhkan,” jelas Langgeng.

Stok beras Bulog Jatim sendiri tersebar merata di gudang-gudang Bulog di seluruh wilayah Jawa Timur, mulai dari Ponorogo hingga Banyuwangi. Meski cuaca ekstrem sempat melanda beberapa daerah, seperti banjir di Lamongan, Langgeng memastikan dampaknya terhadap produksi pangan secara keseluruhan tidak signifikan.

“Memang cuaca cukup mempengaruhi, tetapi berdasarkan koordinasi kami dengan Dinas Pertanian, secara umum Jawa Timur tidak terlalu terdampak. Puncak curah hujan diperkirakan terjadi hingga akhir Januari, dan kami optimistis produksi tetap terjaga,” ujarnya.

Optimisme tersebut juga didukung oleh capaian penyerapan tahun ini yang dinilai lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu penyerapan signifikan baru terjadi pada Februari, tahun ini Bulog Jatim sudah mampu menyerap 17 ribu ton beras sejak Januari. Bahkan, dengan target penyerapan yang ditingkatkan menjadi 883 ribu ton setara beras hingga akhir Desember, Bulog Jatim yakin target tersebut dapat tercapai.

Sebagai daerah surplus pangan, Jawa Timur juga berkontribusi besar dalam mendukung pasokan beras ke daerah-daerah defisit. Bulog Jatim telah menyalurkan beras ke 16 provinsi di luar Jawa Timur, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, hingga Sumatra Utara untuk kebutuhan penanganan bencana alam.

“Distribusi berjalan lancar karena kami menyalurkan langsung hingga ke tingkat pengecer. Ini menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga, termasuk harga minyak goreng,” pungkas Langgeng.

Dengan stok yang melimpah, penyerapan hasil panen yang agresif, serta distribusi yang merata, Bulog Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran, sekaligus menopang stabilitas pangan nasional.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.