Survei Disparta Sepanjang 2025, Belanja Wisatawan di Kota Batu Tembus Rp 6,2 Juta per Kunjungan

oleh -230 Dilihat
IMG 20251212 WA0040
Kunjungan wisatawan di salah satu destinasi Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Dinas Pariwisata Kota Batu merilis hasil survei digital mengenai pola belanja wisatawan sepanjang 2025. Berdasarkan kuesioner berbasis WA Blast yang disebarkan kepada 1.000 responden, rata-rata pengeluaran wisatawan selama berlibur di Kota Batu mencapai Rp 6,2 juta per kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Ony Ardianto, menjelaskan bahwa angka tersebut dihitung berdasarkan durasi tinggal rata-rata 2,86 hari. “Sehingga pengeluaran harian wisatawan berada di kisaran Rp 2,1 juta per orang per hari,” terang Onny di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Jumat (12/12).

Menurutnya, pola belanja tersebut mencakup seluruh komponen utama perjalanan wisata, mulai dari tiket daya tarik wisata, akomodasi, kuliner, transportasi menuju Kota Batu, mobilitas selama berada di dalam kota, hingga pembelian oleh-oleh, penggunaan toilet berbayar, parkir, dan berbagai jasa pendukung lainnya.

Ony menegaskan bahwa temuan ini memberikan gambaran konkret mengenai besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perputaran uang di Kota Batu. Ia menambahkan bahwa metode survei digital membuat proses pemetaan lebih cepat dan responsif, sekaligus menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan peningkatan kualitas layanan pariwisata ke depan.

“Kami menilai bahwa dengan belanja wisatawan yang relatif tinggi, potensi pertumbuhan ekonomi daerah masih dapat didorong melalui penguatan kualitas destinasi, peningkatan konektivitas, serta pengembangan event yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.