KabarBaik.co, Nganjuk – Kuliner malam di Nganjuk ini sudah merajai lidah warga lokal bahkan hingga menyentuh hati Bupati Nganjuk. Kuliner ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan sebuah warisan rasa yang terus hidup hingga kini.
“Kalau ke Nganjuk, jangan lupa ada kuliner khas, ini namanya tepo atau tahu lontong, ini rasanya enak, lokasinya juga mudah ditemukan,” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Sabtu (31/1).
Warung tahu lontong atau yang lebih dikenal dengan sebutan tahu tepo di perempatan Pasar Berbek, berdiri sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Nganjuk. Lokasinya sangat strategis berada di sekitar lampu merah perempatan membuat warung ini mudah ditemukan, baik oleh masyarakat lokal maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Warung ini didirikan oleh Pak Kumis dan telah berdiri selama puluhan tahun, menjadi saksi bisu perkembangan kuliner lokal di kawasan Berbek. Sejak awal berdirinya, warung ini telah konsisten menyajikan cita rasa yang autentik, hingga kini masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang.
Menu andalan yang disajikan adalah tahu goreng dan lontong lembut, yang kemudian disiram dengan kuah kacang khas yang menjadi ciri khasnya sendiri. Kombinasi antara tekstur lontong yang lembut, tahu yang gurih, dan kuah kacang yang kaya rasa membuat hidangan ini selalu dinanti-nanti setiap malam hari.

Keistimewaan kuliner satu ini bahkan telah memikat hati Bupati Nganjuk bersama Yuni Marhaen Jumadi, istrinya. Mereka berdua telah menjadi pelanggan tetap sejak dulu hingga sekarang.
Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk ini bahkan mengajak masyarakat untuk datang bersama-sama menikmati kelezatan makanan khas Nganjuk yang satu ini.
“Ini Tepo langganan saya sejak dulu, Monggo masyarakat yang melintas di Berbek, silakan mampir, rasanya enak, bikin perut kenyang,” ajaknya
Warung Pak Kumis Berbek bukan hanya tempat untuk menyantap makanan lezat, melainkan juga menjadi rujukan wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan cita rasa autentik kuliner tradisional Nganjuk.
Dengan keberadaan yang telah bertahun-tahun, warung ini berhasil mempertahankan rasa khasnya yang tak pernah berubah. (*)






