Tak Mau Lagi Sekadar Kuda Hitam, Samurai Biru Jepang Tertantang Ukir Sejarah Baru

oleh -115 Dilihat
JEPANG TIMNAS
Koki Ogawa, salah satu pemain andalan Timnas Jepang. (JFA)

KabarBaik.co, Jakarta- Selama bertahun-tahun, Jepang selalu mendapat label sebagai salah satu tim Asia terbaik di Piala Dunia. Namun, kini menjelang Piala Dunia 2026, target Samurai Biru tampaknya tidak lagi sekadar lolos dari fase grup atau sekadar mencuri perhatian dunia lewat kejutan sesaat.

Jepang datang dengan ambisi yang jauh lebih besar. Menembus perempat final, bahkan menjadi negara Asia pertama yang mampu mencapai semifinal Piala Dunia. Ambisi tersebut terdengar berani, tetapi melihat perkembangan skuad mereka dalam beberapa tahun terakhir, target itu tidak lagi terasa mustahil.

Saat ini, generasi pemain Jepang disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Banyak pemain inti mereka tampil reguler di kompetisi elite Eropa, sementara pelatih Hajime Moriyasu berhasil membangun skuad yang tidak hanya disiplin secara taktik, melainkan juga semakin percaya diri saat menghadapi negara-negara besar.

Optimisme terhadap Jepang bukan sekadar datang dari publik Asia. Sports Illustrated bahkan menempatkan Jepang di posisi teratas dalam daftar tim dark horse yang paling diwaspadai. Penilaian itu muncul karena kolektivitas permainan Samurai Biru dinilai sudah mendekati standar klub-klub papan, terutama dalam hal organisasi permainan, pressing, dan transisi cepat.

Yang membuat kepercayaan diri Jepang semakin meningkat adalah hasil-hasil impresif yang mereka catat menjelang turnamen. Setelah sebelumnya mengalahkan Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022, Jepang kembali mencuri perhatian dunia dengan kemenangan bersejarah 1-0 atas Inggris di Wembley pada Maret 2026 melalui gol Kaoru Mitoma. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Jepang atas Inggris sepanjang sejarah pertemuan kedua negara.

Tren positif itu berlanjut. Dalam laga uji coba terakhir sebelum kick off Piala Dunia 2026, akhir Mei ini, Jepang mengalahkan Islandia melalui gol telat Koki Ogawa pada menit ke-87. Meski harus bekerja keras membongkar pertahanan rapat Islandia, kemenangan itu membuat Jepang menutup persiapan menuju Piala Dunia dengan enam kemenangan beruntun di level internasional.

Bagi banyak pengamat, kemenangan-kemenangan terutama melawan Inggris itu menjadi sinyal bahwa Jepang sekarang bukan lagi sekadar tim kejutan. Mereka mulai dipandang sebagai salah satu negara perwakilan Asia yang benar-benar mampu menyulitkan tim-tim elite dunia.

Generasi Terbaik dalam Sejarah

Jika pada masa lalu Jepang dikenal sebagai tim yang mengandalkan kolektivitas tanpa banyak pemain bintang, situasinya kini berbeda. Takefusa Kubo dan Kaoru Mitoma menjadi simbol generasi baru yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Kubo terus berkembang sebagai salah satu pemain kreatif terbaik Asia bersama Real Sociedad, sementara Mitoma tetap menjadi ancaman utama lewat kecepatan, kemampuan dribel, dan naluri mencetak golnya.

Di lini tengah, Jepang memiliki fondasi kokoh melalui Wataru Endo, Hidemasa Morita, Ao Tanaka, hingga Daichi Kamada. Kehadiran para pemain tersebut membuat Jepang mampu bermain dengan berbagai pendekatan. Mulai dari menunggu dan menyerang balik hingga mendominasi penguasaan bola.

Lini depan pun semakin menjanjikan. Ayase Ueda tampil produktif di Eropa dan mulai dianggap sebagai penyerang utama Jepang, sementara Takumi Minamino dan Kyogo Furuhashi memberikan pengalaman serta variasi serangan yang dibutuhkan dalam turnamen besar.

Yang membuat banyak kalangan terkesan adalah kedalaman skuad Jepang. Hampir di setiap lini, Moriyasu memiliki lebih dari satu opsi berkualitas sehingga tim tidak terlalu bergantung pada satu atau dua pemain saja.

Hajime Moriyasu Mengubah Mentalitas

Salah satu faktor terbesar di balik perkembangan Jepang adalah sosok Hajime Moriyasu. Pelatih berusia 57 tahun itu berhasil mengubah cara pandang para pemain terhadap pertandingan besar. Jika sebelumnya kerap bermain hati-hati ketika menghadapi tim elite, kini mereka tampil dengan keyakinan bahwa kemenangan selalu mungkin diraih.

Perubahan mentalitas tersebut terlihat jelas sejak Piala Dunia 2022 dan terus berlanjut hingga sekarang. Kemenangan atas Inggris di Wembley menjadi bukti terbaru bahwa Jepang tidak lagi datang ke lapangan dengan status inferior.

Moriyasu juga berhasil menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi. Para pemain senior tetap memiliki peran penting, sementara pemain muda terus diberi kesempatan berkembang tanpa mengganggu stabilitas tim.

Pendekatan itu membuat Jepang menjadi salah satu tim dengan identitas permainan paling jelas menjelang Piala Dunia 2026. Mereka disiplin, agresif saat melakukan pressing, cepat dalam transisi, dan semakin berani mengambil inisiatif ketika menyerang.

Peluang Jepang di Grup F

Di fase grup, Jepang tergabung di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia. Belanda tetap dipandang sebagai unggulan utama grup berkat kualitas individu pemain dan pengalaman mereka di turnamen besar. Namun di luar Belanda, persaingan diperkirakan berlangsung sangat terbuka.

Laga melawan Swedia berpotensi menjadi pertandingan paling menentukan bagi Jepang. Tim Skandinavia tersebut dikenal memiliki organisasi permainan yang kuat, disiplin taktik, dan keunggulan fisik yang bisa menyulitkan siapa pun.

Sementara itu, Tunisia tetap tidak bisa diremehkan. Wakil Afrika tersebut memiliki karakter permainan yang agresif dan kerap merepotkan tim-tim unggulan dalam turnamen besar.

Meski demikian, banyak prediksi menempatkan Jepang sebagai kandidat kuat untuk lolos ke fase gugur. Pengalaman menghadapi tim-tim besar dalam beberapa tahun terakhir membuat Samurai Biru diyakini memiliki modal yang cukup untuk bersaing dengan siapa pun di Grup F.

Jika mampu mengatasi tekanan dan mempertahankan konsistensi permainan, Jepang bukan hanya berpeluang lolos dari fase grup, tetapi juga membuka jalan menuju pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola mereka.

Susunan Pemain di Piala Dunia 2026

Penjaga Gawang

Zion Suzuki (Parma), Keisuke Osako (Sanfrecce Hiroshima), Kosei Tani (Machida Zelvia).

Bek

Takehiro Tomiyasu (Arsenal), Ko Itakura (Borussia Mönchengladbach), Hiroki Ito (Bayern Munich), Yukinari Sugawara (Southampton), Kota Takai (Kawasaki Frontale), Daiki Hashioka (Luton Town), Ayumu Seko (Grasshopper Zürich).

Gelandang

Wataru Endo (Liverpool), Hidemasa Morita (Sporting CP), Ao Tanaka (Leeds United), Reo Hatate (Celtic), Takefusa Kubo (Real Sociedad), Junya Ito (Stade Reims), Ritsu Doan (SC Freiburg), Kaoru Mitoma (Brighton & Hove Albion), Daichi Kamada (Crystal Palace).

Penyerang

Ayase Ueda (Feyenoord), Kyogo Furuhashi (Rennes), Takumi Minamino (AS Monaco), Shuto Machino (Holstein Kiel), Yuki Ohashi (Blackburn Rovers), Mao Hosoya (Kashiwa Reysol).

Dengan kombinasi pengalaman pemain Eropa, organisasi permainan yang matang, serta kepercayaan diri yang terus meningkat, Jepang berpeluang menjadi salah satu tim yang paling merepotkan bagi para favorit juara di Piala Dunia 2026. Jika mampu menjaga performa, Samurai Biru bisa saja melangkah jauh melampaui ekspektasi jutaan pasang mata. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.