Lebih Cepat dari Target, Tambang Emas Pani Resmi Produksi Komersial Setelah First Gold Pour Perdana

oleh -69 Dilihat
Penuangan emas pertama menjadi tonggak penting perjalanan proyek strategis nasional ini.

KabarBaik.co, Gorontalo – PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, resmi memasuki fase produksi emas komersial setelah berhasil melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Penuangan emas pertama yang berlangsung pada 14 Februari 2026 tersebut menjadi tonggak penting perjalanan proyek strategis nasional ini.

Capaian tersebut bahkan diraih lebih cepat dari target awal yang sebelumnya diproyeksikan pada akhir kuartal I 2026, menandai kesiapan operasional tambang untuk memasuki tahap produksi penuh.

Emas perdana yang dihasilkan berupa doré bullion, diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) yang kemudian dilanjutkan dengan pemulihan emas menggunakan fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan rampungnya tahapan pengembangan Tambang Emas Pani sejak akuisisi aset oleh EMAS pada 2020.

Pada fase awal operasi, tambang terbuka (open pit) tersebut menerapkan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000 hingga 115.000 ounces emas pada tahun pertama operasional. Angka ini melampaui proyeksi awal produksi 2026 yang ditetapkan sebesar 80.000 ounces emas.

Tambang Emas Pani sendiri memiliki cadangan bijih sekitar 4,8 juta ounces emas dengan estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ounces. Potensi tersebut menjadikannya salah satu proyek tambang emas primer paling prospektif di Indonesia saat ini.

Seiring dimulainya produksi, perusahaan juga mempercepat pembangunan fasilitas Carbon-In-Leach (CIL). Pekerjaan earthwork telah dimulai sejak awal 2026, lebih cepat dari rencana awal pada 2027. Fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun itu ditargetkan rampung pada 2028.

Dengan percepatan pengembangan tersebut, EMAS membidik peningkatan kapasitas produksi hingga sekitar 500.000 ounces emas per tahun pada 2029, atau lebih cepat tiga tahun dari proyeksi awal yang sebelumnya dipatok pada 2032.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut keberhasilan first gold pour sebagai pencapaian strategis bagi perusahaan sekaligus Grup Merdeka.

“Ini merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan menuju operasi emas komersial. Pencapaian yang lebih cepat dari jadwal mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (18/2).

Prosesi penuangan emas perdana turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Ida Syahidah.

Dalam kesempatan tersebut, Gusnar menyampaikan optimisme terhadap kontribusi sektor pertambangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo dapat menembus di atas 6 persen jika pengelolaannya berjalan baik,” kata Gusnar.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Gorontalo tercatat berada di angka 5,71 persen.

Menjelang fase produksi penuh, seluruh tahapan utama pengembangan tambang telah diselesaikan, mulai dari penambangan awal, pembangunan fasilitas Ore Preparation Plant (OPP), heap leach, hingga fasilitas ADR.

Selain memperkuat portofolio emas Grup Merdeka, kehadiran Tambang Emas Pani diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap produksi emas nasional sekaligus mendorong pembangunan ekonomi Gorontalo melalui penciptaan lapangan kerja serta program pemberdayaan masyarakat.

Dalam operasionalnya, perusahaan menegaskan komitmen menjalankan prinsip Good Mining Practices (GMP) dengan penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) secara ketat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.