Tanam Serentak Perkuat Hilirisasi Perkebunan, Pemerintah Bidik Swasembada Pangan dan Energi

oleh -183 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 02 at 4.07.26 PM
Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang digelar serentak di berbagai sentra perkebunan di Indonesia (Ist)

KabarBaik.co, Jakarta – Pemerintah mempercepat pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan dan energi nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang digelar serentak di berbagai sentra perkebunan di Indonesia, Kamis (2/7).

Program ini menjadi bagian dari implementasi agenda Kementerian Pertanian dalam mendukung Asta Cita Presiden RI 2024-2029, khususnya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi.

Melalui hilirisasi, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, pengurangan ketergantungan impor, penguatan daya saing ekspor, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun komoditas yang menjadi fokus pengembangan meliputi tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah yang membidangi sektor perkebunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didorong mempercepat pengembangan komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing wilayah.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengatakan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan industri pengolahan, tetapi juga harus diawali dengan penguatan sektor hulu melalui peningkatan produktivitas perkebunan.

“Tanam serentak menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat fondasi hilirisasi perkebunan. Kita ingin memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan sehingga industri dapat tumbuh, petani memperoleh nilai tambah, dan target swasembada pangan maupun energi dapat tercapai,” ujar Ali Jamil.

Menurutnya, peningkatan produksi di tingkat kebun akan menjadi fondasi penting agar industri hilir memiliki pasokan bahan baku yang cukup dan berkelanjutan.

Pada komoditas tebu, percepatan penanaman dinilai berperan strategis dalam meningkatkan produksi gula nasional. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, tebu juga diproyeksikan menjadi bahan baku pengembangan bioetanol sebagai salah satu energi baru terbarukan.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi mengatakan pihaknya siap mendukung penguatan ekosistem industri gula nasional melalui peningkatan produktivitas tebu dari hulu hingga hilir.

“Tanam serentak ini merupakan momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan industri gula. SGN berkomitmen mendukung peningkatan produksi tebu nasional melalui pendampingan budidaya, penguatan kemitraan dengan petani, serta optimalisasi pengolahan di pabrik gula agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh rantai pasok,” kata Mahmudi.

Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani melalui program tanam serentak mampu mempercepat transformasi sektor perkebunan menjadi lebih modern, produktif, dan berdaya saing. Dengan demikian, hilirisasi perkebunan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan energi sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.