Tanpa Diskriminasi, Bupati Gresik Dorong Kesetaraan bagi Penyandang Autisme

oleh -212 Dilihat
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat peringatan Hari Peduli Autis Sedunia.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat peringatan Hari Peduli Autis Sedunia.

KabarBaik.co, Gresik – Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang jatuh setiap 2 April menjadi momentum untuk mendorong kesetaraan bagi penyandang autisme dan disabilitas dalam kehidupan sosial.

Hal tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat menghadiri peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang digelar UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LPABK) Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik di Auditorium Gressmall, Kamis (2/4).

“Kita memastikan bahwa semua anak dan orang dewasa dengan autisme di Gresik memiliki kedudukan dan hak yang sama untuk dapat menjalani kehidupan yang utuh dan bermakna di tengah masyarakat tanpa diskriminasi,” ungkapnya.

Yani menegaskan, peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak kesetaraan dan kesejahteraan penyandang disabilitas, termasuk disabilitas intelektual dan perkembangan.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menambah pengalaman sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap seluruh orang tua yang hadir dalam kegiatan ini tetap semangat, bisa memberikan kesempatan yang sama pada anak-anak kita dalam kondisi apa pun tanpa diskriminasi,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Yani juga menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam penanganan dan inklusi penyandang autisme.

Pertama, lingkungan sosial yang inklusif tanpa diskriminasi. Kedua, dukungan medis dan terapi yang berkelanjutan. Ketiga, peran keluarga dalam memberikan perhatian dan pendampingan penuh kesabaran.

Selain itu, Pemkab Gresik juga menunjukkan komitmennya melalui penyediaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan yang setara salah satunya terdapat 72 TKPD (tenaga kerja penyandang disabilitas). Di mana 36 di antaranya melalui penempatan oleh Disnaker, dengan rincian TKPD asal Gresik yang bekerja di instansi pemerintah 15 orang, BUMN dan BUMD 11 orang, dan perusahaan swasta 46 orang,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 11 perusahaan di Gresik yang telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

“Anak-anak ini harus didampingi sesuai keterampilan maupun potensi yang dimiliki untuk prestasinya di masa depan. Karena anak-anak ini adalah harapan yang perlu dukungan kita semua,” pungkasnya.

Adapun peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 mengusung tema “Akses Nyata Gerakan Kesetaraan Anak Spektrum Autisme” (ANGKASA). Tema ini menekankan pentingnya pergeseran dari sekadar kesadaran menuju penerimaan, penghargaan, dan pemberdayaan penyandang autisme.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga sarana edukasi dan ekspresi bagi anak-anak dari berbagai sekolah reguler dan SLB di Kabupaten Gresik. Mereka terlibat dalam beragam lomba, pentas seni, hingga pelatihan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi, Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto, serta perwakilan manajemen Gressmall dan Aston Gresik Hotel & Conference Center.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.