KabarBaik.co, Gresik – Kasus dugaan penipuan rekrutmen ASN Gresik dengan modus SK palsu masih bergulir. Kasus tersebut sudah ditangani inspektorat dan BKPSDM.
“Masih kita telusuri. Kemarin kami sudah manggil inspektorat. Inspektorat sudah kami tugaskan untuk mencari data berapa yang jadi korban SK palsu,” ujar Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani atau Gus Yani kepada wartawan, Jumat (10/4).
Gus Yani meminta agar inspektorat dan juga BKPSDM diberikan waktu untuk mengumpulkan data. Untuk nantinya kasus itu bisa dilaporkan ke polisi.
“Kasih waktu inspektorat sama BKPSDM untuk mengumpulkan data. Kami juga ngomong ke pak Kapolres. Nanti tinggal bikin laporan ke polres. Yang lapor bisa dari kami atau dari korban dan kami mendampingi,” tandas Gus Yani.
Kasus Rekrutmen ASN bermodus SK palsu ini diduga melibatkan 2 pelaku yakni ASN aktif dan pecatan ASN. Untuk modus yang dilakukan, ada PPPK yang tidak dimasuki. Kemudian dalang penipuan itu beraksi dengan menawarkan ke korban tanpa tes dan menarik biaya Rp 50-75 juta.
Korban yang sebelumnya dikabarkan 9 orang, kini bertambah sekitar 14 orang. Jumlah tersebut bisa jadi bertambah di kemudian hari. (*)






