KabarBaik.co – Sejumlah permukiman warga di Desa Punggur, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, terancam longsor setelah tebing Kali Gondang mengalami gerusan akibat peningkatan debit air beberapa waktu lalu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu bangunan kandang sapi milik warga dilaporkan rusak terdampak longsoran.
Kapolsek Purwosari, AKP Subeki mengatakan, pihak kepolisian telah menerima laporan dari warga terkait longsornya tebing Kali Gondang dengan panjang mencapai ratusan meter. Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, aparat kepolisian bersama pihak terkait telah memasang garis polisi guna membatasi aktivitas warga di sekitar bantaran sungai.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, satu bangunan kandang sapi terdampak karena ikut tergerus saat longsor terjadi,” ujar Subeki.
Sementara itu, Karlan, salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa longsor tebing Kali Gondang pertama kali terjadi pada Senin (12/1). Kondisi tersebut semakin parah pada Jumat (15/1), hingga menyebabkan kandang sapi miliknya ikut tergerus arus sungai. “Kami langsung melapor ke pihak desa agar segera ditangani karena kondisinya sangat membahayakan warga,” ujar Karlan, Jumat (16/1).
Menurut Karlan, akibat gerusan tebing sungai tersebut, sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi kini berada dalam kondisi rawan longsor. Menurutnya, jarak antara rumah miliknya dengan bibir sungai kini hanya sekitar 10 meter dengan kedalaman gerusan mencapai sekitar 1,5 meter. “Kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.
Karlan berharap pemerintah segera turun tangan dengan memasang bronjong di sepanjang tebing Kali Gondang guna mencegah longsor meluas. Berdasarkan keterangan pihak Kecamatan Purwosari, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sebelumnya telah merencanakan pemasangan bronjong sepanjang 30 meter pada Desember lalu. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum terealisasi. (*)








