Tegakkan Transparansi, Walkot Eri Cahyadi Ancam Ganti Jukir yang Tolak Parkir Non-Tunai

oleh -84 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 10 at 11.44.49 AM
Dishub Surabaya sosialisasi parkir digital (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya– Pemkot Surabaya terus mempercepat digitalisasi layanan publik melalui penerapan parkir non-tunai secara menyeluruh. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh juru parkir (jukir) untuk wajib mengikuti aturan baru, termasuk melakukan aktivasi rekening bank demi kelancaran sistem pembagian hasil.

Eri menegaskan tidak akan menoleransi pihak yang menghambat kebijakan ini. Jika ada jukir yang tetap menolak melakukan aktivasi rekening, Pemkot Surabaya siap melakukan pergantian personel secara tegas.

“Kalau tetap tidak mau (aktivasi rekening), ya diganti. Surabaya ini milik masyarakat bersama, jangan ada yang menang-menangan sendiri,” tegas Eri, Jumat (10/4).

Skema Baru: Jukir Lebih Diuntungkan

Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Wali Kota Eri menjelaskan bahwa Pemkot telah merombak skema pembagian pendapatan agar lebih menyejahterakan para jukir dan menjaga transparansi anggaran.

Dalam aturan lama, jukir hanya mendapatkan 20 persen, sementara 80 persen masuk ke kas daerah. Kini, melalui skema baru, jukir mendapatkan porsi 40 persen dan Pemkot Surabaya 60 persen.

“Ini dilakukan agar transparan, saling percaya, dan menghilangkan prasangka kalau ada uang yang tidak tersalurkan dengan benar,” ungkapnya.

Lawan Praktik Premanisme

Menanggapi adanya penolakan dari segelintir oknum jukir Eri mengingatkan bahwa lahan parkir adalah aset negara. Pemkot Surabaya bersama jajaran Forkopimda berkomitmen memberantas praktik premanisme yang mencoba menghalangi digitalisasi ini.

“Jangan buat Surabaya tidak berbobot dengan modal preman-preman. Kita akan turun dengan tim anti-preman. Parkir non-tunai ini adalah keinginan warga Surabaya,” ujar Eri.

Selain sistem non-tunai, Pemkot juga mendorong masyarakat menggunakan parkir berlangganan guna menghindari pungutan liar (pungli) di lapangan yang melebihi tarif resmi.

Operasi Gabungan dan Pembekuan Izin

Sebagai bentuk tindakan nyata, Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri telah menggelar operasi gabungan di kawasan Jalan Manyar Kertoarjo V, Gubeng, pada Selasa (7/4).

Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut atas surat pembekuan terhadap sekitar 600 jukir yang hingga kini belum mendukung kebijakan digitalisasi parkir di Kota Pahlawan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.