Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Bojonegoro

oleh -105 Dilihat
IMG 20260129 WA0007 1
Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa meninjau pasar murah di Kelurahan Klangon, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memperkuat langkah pengendalian inflasi jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satunya melalui kegiatan Pasar Murah yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pasar Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus menahan laju kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.

Menurutnya, tren kebutuhan rumah tangga biasanya mulai naik sejak awal Ramadan dan kembali melonjak menjelang Idul Fitri. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi memicu inflasi daerah. “Pasar Murah ini kami selenggarakan sebagai langkah awal untuk mengendalikan inflasi. Pemerintah hadir lebih dini agar lonjakan kebutuhan masyarakat tidak berdampak pada kenaikan harga di pasaran,” ujar Khofifah.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium ditawarkan Rp 14.000 per kilogram, beras medium Rp 11.000 per kilogram, MinyaKita Rp 13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp 22.000 per kemasan.

Khusus di Bojonegoro, Pemprov Jatim juga menyediakan cabai sebagai komoditas strategis penyumbang inflasi. Cabai rawit merah dijual Rp 4.000 per 100 gram, sementara cabai merah besar Rp 2.000 per 100 gram. Khofifah menjelaskan, lokasi Pasar Murah sengaja dipusatkan di balai desa atau kantor kelurahan agar mudah dijangkau masyarakat tanpa mengganggu aktivitas pasar tradisional.

Ia menegaskan, Pasar Murah bukan untuk bersaing dengan pedagang pasar, melainkan sebagai instrumen stabilisasi harga. “Pasar Murah ini bukan pesaing pasar tradisional, tetapi langkah intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa program Pasar Murah Pemprov Jawa Timur bersifat melengkapi program serupa yang dilaksanakan pemerintah kabupaten dan kota. Melalui sinergi tersebut, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga menjelang hari besar keagamaan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.