KabarBaik.co, Batu – Perumdam Among Tirto Kota Batu mengambil langkah strategis untuk menekan tingginya angka air tidak berekening (Non-Revenue Water/NRW) dengan menggandeng PT Hesco Sinar Sejahtera dalam program rehabilitasi jaringan distribusi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian sebagai dasar pelaksanaan program penurunan NRW sekaligus pembenahan jaringan pipa yang mengalami kerusakan berat dan telah melewati usia teknis ideal.
Direktur Utama Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, menyebut sekitar 60 persen jaringan distribusi yang digunakan saat ini sudah berusia tua. “Sekitar 60 persen jaringan distribusi kami sudah melewati usia teknis ideal. Kondisi ini meningkatkan risiko kebocoran dan kehilangan air yang tidak tercatat dalam sistem, sehingga berdampak pada kinerja serta pendapatan perusahaan,” ujarnya, Senin (23/2).
Ia menegaskan, persoalan NRW bukan semata berdampak pada sisi bisnis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik. Kebocoran yang terus terjadi berpotensi mengganggu kontinuitas suplai air bersih kepada pelanggan.
Pada tahap awal, kedua pihak akan melakukan kajian mitigasi serta penyusunan rencana teknis untuk memetakan titik-titik rawan kehilangan air. “Selanjutnya, perbaikan jaringan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat urgensi kerusakan,” jelasnya.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi distribusi, menekan kehilangan air akibat kebocoran, serta memperkuat sistem pengawasan jaringan. Dengan dukungan teknologi dan pengalaman mitra, Perumdam menargetkan penurunan signifikan angka kehilangan air.
Rehabilitasi jaringan yang usang diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan serta menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batu. “Ini merupakan komitmen kami untuk terus memperbaiki layanan dan membangun tata kelola perusahaan yang lebih sehat dan profesional,” tegas Achmad Yusuf. (*)







