KabarBaik.co – Suasana haru menyelimuti ruang kerja Bupati Jombang di Kantor Pemkab. Satu keluarga asal Desa/Kecamatan Ngoro resmi dilepas untuk memulai kehidupan baru melalui program transmigrasi menuju Desa Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Keluarga tersebut adalah Muliono, sang kepala keluarga, bersama istrinya Gendrolindu dan putra mereka, Galih Ramadan. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, didampingi Sekdakab Agus Purnomo, Kepala Disnaker Isawan Nanang Risdianto, Kepala Dispendukcapil Masduqi Zakaria, serta Kabag Organisasi Setdakab Adi Prasetyo.
Sebagai bentuk perhatian dari daerah asal, Pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta serta bingkisan kenang-kenangan kepada keluarga Muliono.
Bupati Warsubi menyebut transmigrasi sebagai langkah strategis untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan penduduk nasional.
“Ini bukan sekadar memindahkan penduduk. Ada kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk memberikan kesempatan baru. Di sana tersedia lahan yang bisa dibudidayakan agar ekonomi keluarga meningkat,” ujar Warsubi, Selasa (23/12).
Warsubi berharap keluarga Muliono dapat segera beradaptasi dan berperan aktif dalam pembangunan di daerah tujuan. Warsubi juga meminta Disnaker Jombang untuk tetap melakukan monitoring meski keluarga tersebut telah menetap di luar pulau.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan bagi Pak Muliono sekeluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto menjelaskan bahwa pelepasan tersebut merupakan bagian dari program transmigrasi pemerintah pusat. Pemberangkatan dilakukan oleh kabupaten/kota, sedangkan penempatan menjadi kewenangan pusat dengan dukungan provinsi.
“Provinsi memfasilitasi pembekalan, persiapan hingga pemberangkatan,” jelas Isawan.
Ia menambahkan lokasi penempatan di Waleh SP 3 memiliki potensi besar. Selain lahan yang subur untuk hortikultura dan perkebunan, kawasan tersebut hanya berjarak sekitar satu jam dari kawasan industri besar di Halmahera.
“Artinya, selain mengelola lahan yang disiapkan pemerintah, ada peluang tambahan bagi transmigran untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi lainnya,” kata dia.
Tahun ini, keluarga Muliono menjadi satu-satunya perwakilan dari Jombang yang mengikuti program transmigrasi. Di lokasi tujuan, mereka akan bergabung dengan 24 kepala keluarga lain yang telah lebih dulu menempati kawasan permukiman tersebut.
Muliono sendiri mengaku siap memulai babak baru kehidupannya. Sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan di Jombang, ia bertekad mengolah lahan pekarangan dan hunian yang telah disiapkan pemerintah pusat di Halmahera.
“Bismillah, semoga bisa lebih baik untuk keluarga,” ujar Muliono singkat. (*)









