Satgas Pangan Polda Jatim Tindaklanjuti Temuan Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasar Wonokromo

oleh -118 Dilihat
1a5009e3 5193 4c7e a993 5d610165e419
Kasatgas Pangan Polda Jatim Kombes Roy Sihombing (Sugiantoro)

KabarBaik.co – Jelang hari natal dan tahun 2026, Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Kasatgas Pangan Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Roy Sihombing melakukan sidak di pasar Wonokromo, Selasa (23/12).

Kedatangan Mentan Amran ke Pasar Wonokromo ingin mengetahui harga kebutuhan pokok. Apakah mengalami kenaikan harga atau sebaliknya.

Saat sampai di pasar Wonokromo, Amran langsung disambut Roy. Selanjutnya, mereka langsung menunju selasar tempat dimana para pedagang berjualan.

Di dalam pasar, Arman bertanya ke pedagang, sejumlah kebutuhan pokok mulai beras, minyak, bawang merah, bawang putih, hingga ayam dan daging sapi. Dari kebutuhan pokok stabil hanya minyak goreng yang alami kenaikan.

“Bu berapa harga minyak goreng ini? Pedagang mengatakan Rp 16.000,” kata Arman menirukan ucapan pedagang.

Arman mengatakan harga minyak tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah. Patok HET adalah Rp 15.700, tapi oleh pedagang dijual Rp 16.000.

“Ini melebihi harga tertinggi pemerintah Rp 300,” kata Amran.

Hal ini tentu melanggar aturan pemerintah yang telah menetapkan aturan harga tertinggi minyak goreng.

“Masak kita ini produsen minyak goreng, lho kok di pedagang harganya naik Rp 300 rupiah dari harga tertinggi yang telah ditentukan pemerintah Rp 15.700,” lanjut Amran.

Untuk itu, Amran langsung meminta Dirkrimsus Polda Jatim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Saya minta Dirkrimsus Polda Jatim untuk mengusut dalam tempo dua minggu, bisa terungkap produsenya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pedagang, Arman meminta jangan diamankan, cukup produsen saja yang diusut.

Roy sendiri mengatakan hasil pengecekan di lapangan memang menunjukkan bahwa ada beberapa item yang masih ada kenaikan.

“Tadi, pak menteri sudah arahkan saya untuk segera menindaklanjuti. Nanti akan kita selidiki artinya asal usul barang dari mana sampai harga melebihi Rp 300 perak dari harga HET,” ujar Roy.

“Ya kita akan telusuri alur barangnya. Si penjual ambil dari mana kemudian nanti pada produsen terakhirnya di mana,” pungkas Roy. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.