Tekuk Saint Kitts 4-0, John Herdman: Jika Lawan Bulgaria Seperti Ini, Kita Mati di 10 Menit Pertama

oleh -501 Dilihat
JOHN HERDMAN
John Herdman resmi latih Timnas Indonesia

KabarBaik.co, Jakarta- Era baru Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman dimulai dengan ledakan performa yang relatif menjanjikan. Pelatih asal Inggris tersebut sukses menandai debutnya dengan kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3) malam.

Kemenangan empat gol tanpa balas tersebut dihasilkan melalui brace dari Beckham Putra, serta masing-masing satu gol dari Ole Romeny dan Mauro Ziljstra.

Herdman mengaku sangat puas karena hasil tersebut memenuhi target spesifik yang dicanangkan sebelum laga. “Kami menetapkan target sebelum pertandingan untuk mencetak empat gol dan menjaga clean sheet,” ujarnya dalam konferensi pers sesuai pertandingan.

”Kami tahu kami akan merotasi skuad, kami ingin memberikan banyak kesempatan kepada para pemain, dan saya pikir mereka menangani pertandingan dengan sangat profesional,” lanjut mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.

Sepanjang laga, gairah besar pria kelahiran Newcastle ini terlihat jelas dari instruksinya yang tak henti mengalir dari pinggir lapangan. Herdman menyebut karakter meledak-ledak itu sebagai identitas asalnya. “Ya, saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah. Menurut saya gairah itu harus ada, tetapi jelas ada kerangka taktis dan saya memiliki harapan yang tinggi terhadap para pemain,” tegasnya.

Meski menang cukup besar, Herdman tetap memberikan catatan kritis. Terutama pada 15 menit awal pertandingan yang ia nilai terlalu emosional. Dia pun memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya menjelang laga final melawan Bulgaria pada Senin (30/3) mendatang.

“Jika kita melakukan itu melawan Bulgaria, kita akan mati di 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kita. Kita tidak bisa menunggu 10, 15 menit untuk menyatu dan terhubung. Kita harus memulai lebih kuat dengan mentalitas yang lebih baik karena jika tidak kami akan dihukum,” ungkap pelatih berusia 50 tahun itu.

Di luar urusan taktis, Herdman mengaku sangat terkesan dengan atmosfer sepak bola di Indonesia. Dia menganggap unik dan magis. Herdman pun menyoroti kekuatan lagu kebangsaan hingga tradisi pemain yang terhubung dengan suporter setelah laga usai.

“Apa yang terjadi di akhir pertandingan, saya tidak pernah melihat itu dalam karier sepak bola saya, bisa terhubung dengan penggemar dengan cara seperti itu, itu sangat istimewa,” katanya sembari berjanji akan memberikan segalanya untuk menyatukan ribuan pulau di Indonesia melalui sepak bola.

Visi besar pun langsung ditancapkan. Yakni, membawa Skuad Garuda terbang ke panggung Piala Dunia 2030. Bagi Herdman, kegagalan Indonesia di putaran keempat kualifikasi 2026 zona Asia adalah pelajaran untuk membangun mentalitas yang lebih kuat.

“Anda menyebutkan kualifikasi Piala Dunia. Itulah misinya. Kami memiliki 280 juta alasan mengapa kami bangun setiap hari untuk melakukan apa yang kami kerjakan. Saya jamin kepada Anda, dalam rentang waktu empat tahun kami akan berada di sana. Kami akan lolos dengan tim ini,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Pelatih Saint Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano, menyebut dua gol cepat Indonesia sebagai titik balik yang merusak organisasi permainan timnya dalam kekalahan 0-4. Meski sempat tampil solid dan menekan di 20 menit awal, dia menyayangkan kegagalan pasukannya memanfaatkan peluang pertama yang didapat.

“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan, jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ungkapnya. Dia mengakui dua gol pembuka dari Beckham Putra lahir dari pola kesalahan lini belakang yang identik, sehingga membuat struktur pertahanan mereka runtuh dan mudah dieksploitasi oleh pemain lawan.

Kondisi pertahanan yang rapuh tersebut dipertegas oleh asisten pelatih Vitor Tinoco, yang mengungkapkan bahwa timnya terpaksa memasang tiga pemain yang bukan bek tengah asli akibat absennya sejumlah pilar utama. Walaupun menelan kekalahan telak dalam laga debut bersama staf pelatih baru, Serrano memastikan mentalitas anak asuhnya tetap terjaga dan tidak akan menghukum tim atas kesalahan individu tersebut.

Kini, Saint Kitts and Nevis fokus melakukan evaluasi total untuk bangkit pada pertandingan berikutnya melawan Kepulauan Solomon yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/3) mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.