KabarBaik.co – Telkom University Kampus Surabaya menyerahkan hasil Program Hibah IEEE kepada Panti Asuhan Al Kaaf, Kota Malang, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan sistem pertanian terintegrasi berbasis teknologi. Serah terima tersebut dikemas dalam kegiatan Handover Ceremony Boosting Eco-Friendly Farmland Productivity for Food Resilience at Al-Kaaf Orphanage.
Penyerahan program dilakukan langsung oleh Direktur Telkom University Kampus Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T., didampingi tim pelaksana lapangan, Dr. Helmy Widyantara, S.Kom., M.Eng. Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Khodijah Amiroh, S.ST., M.T., dan diterima oleh Kepala Panti Asuhan Al Kaaf, Moh Abdullah Yazid.
Program Hibah IEEE tersebut menghadirkan sistem integrated farming yang dirancang untuk mendukung kemandirian pangan panti. Sejumlah fasilitas diserahkan, antara lain instalasi aquaponik di atas kolam ikan, kandang ayam petelur, panel surya sebagai sumber energi terbarukan, serta sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Seluruh sistem dilengkapi dashboard pemantauan yang memungkinkan pengelola memantau kondisi budidaya secara real time dengan pengoperasian yang sederhana dan ramah pengguna nonteknis.
Panti Asuhan Al Kaaf dipilih sebagai mitra karena saat ini menaungi sekitar 170 anak yatim dan dhuafa. Setiap hari, panti harus menyiapkan sekitar 340 porsi makanan bergizi. Di sisi lain, ketergantungan pada donasi membuat ketersediaan pangan kerap berfluktuasi. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berkelanjutan agar kebutuhan pangan panti tetap terjaga.
Selain itu, potensi lahan panti yang belum dimanfaatkan optimal serta budidaya ikan nila yang masih terbatas menjadi dasar perancangan program berbasis teknologi tepat guna tersebut.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Khodijah Amiroh, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan instalasi, tetapi juga pada transfer pengetahuan.
“Program ini kami rancang agar panti memiliki sumber pangan yang stabil dan tidak sepenuhnya bergantung pada donasi. Kami menyerahkan sistem sekaligus SOP dan pelatihan, sehingga pengelola dan adik-adik di panti dapat mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri,” ujarnya, Selasa (16/12).
Melalui konsep integrated farming system, program ini menargetkan peningkatan produksi pangan dari tiga sumber utama, yakni ikan, sayuran, dan telur. Seluruh komponen terhubung dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Aquaponik, ayam petelur, dan energi surya diintegrasikan dengan sistem IoT sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan secara cepat, efisien, dan berbasis data.
Aspek teknologi menjadi ciri utama program yang sejalan dengan misi IEEE dalam mendorong pemanfaatan teknologi berkelanjutan bagi masyarakat. Sistem pemantauan menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan jaringan sensor untuk membaca parameter penting seperti suhu, pH, TDS, kelembapan, dan ketinggian air.
Data tersebut divisualisasikan dalam dashboard berbasis web maupun perangkat seluler, lengkap dengan fitur peringatan dini untuk mendeteksi potensi gangguan, seperti penurunan kualitas air atau risiko luapan.
Sistem ini dirancang modular, dilengkapi opsi manual override serta sensor redundancy untuk meningkatkan keandalan. Pendekatan open source juga diterapkan dengan rencana publikasi kode dan dokumentasi teknis melalui repositori GitHub, sehingga dapat direplikasi oleh komunitas lain yang membutuhkan.
Kepala Panti Asuhan Al Kaaf, Moh Abdullah Yazid, menyambut baik program tersebut.
“Bagi kami, ini bukan proyek yang berhenti saat serah terima. Ada panduan dan pendampingan, sehingga kami lebih percaya diri untuk merawat, memanen, dan mengelola hasilnya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pelaksanaan program berlangsung selama enam bulan, dimulai dari asesmen kebutuhan dan perancangan melalui FGD, tahap instalasi dan integrasi sistem, penyusunan SOP operasional dan perawatan, hingga pelatihan staf dan anak asuh terkait pengoperasian IoT serta panel surya. Program juga mencakup evaluasi akhir dan pendampingan strategi pemanfaatan serta penjualan hasil panen.
Keberlanjutan program diharapkan terjaga melalui penguatan kapasitas internal panti dan pemanfaatan surplus produksi. Secara proyeksi, sistem ini berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar 4.500 dolar AS per tahun yang dapat digunakan untuk kebutuhan pakan, bibit, dan perawatan sarana produksi.
Dalam pelaksanaannya, berbagai risiko seperti keselamatan listrik, potensi luapan air, dan gangguan sistem telah dimitigasi melalui pemasangan oleh tenaga terlatih, pelatihan keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, pemasangan sensor serta automatic shutoff, dan perawatan berkala.
Program Hibah IEEE ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Telkom University Kampus Surabaya lintas disiplin. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan sistem pangan mandiri bagi Panti Asuhan Al Kaaf, tetapi juga menjadi ekosistem pembelajaran yang membekali anak asuh dengan keterampilan teknis dan kewirausahaan, sekaligus membuka peluang replikasi program serupa bagi komunitas rentan lainnya.







